===== BAB 87: Pertanyaan Tanpa Tenggat =====
Warisan Rafi akhirnya ada tanpa memberinya kunci untuk mengendalikan orang lain.
Satu tahun tepat setelah kencan pertama mereka sebagai orang bebas, Rafi mengajak Nara kembali ke taman kota, bukan gunung, museum, makam, atau gedung perkara.
Ia memberi tahu sebelumnya bahwa ingin membicarakan masa depan. Nara dapat memilih menunda. Nara datang setelah berkonsultasi dengan dirinya sendiri, bukan pengacara.
Rafi membawa kotak kecil tetapi tidak langsung membukanya. Ia mengatakan pertanyaannya tak memiliki batas waktu dan jawaban boleh berubah sebelum tindakan hukum. Mereka dapat pulang tanpa keputusan.
'Aku ingin menikah denganmu,' katanya. 'Bukan agar kau membuka pintu, menjaga namaku, atau menyelesaikan warisan. Aku ingin membangun hidup yang tetap memberimu jalan keluar dan alasan untuk tinggal.'
Ia lalu bertanya apakah Nara bersedia mempertimbangkan lamaran tersebut. Bukan menuntut ya pada detik itu.
Nara meminta melihat cincin. Desainnya baru, tanpa lambang Dirgantara atau pecahan kunci. Rafi membelinya dari penghasilannya, dengan batu kecil dan bukti sumber yang sah karena kebiasaan audit mereka sulit hilang.
Nara tertawa pada kuitansi yang ikut dalam kotak. Ia mengatakan ingin menikah, tetapi membutuhkan dua minggu untuk meninjau rencana praktis: perjanjian, tempat tinggal, pekerjaan, serta jenis upacara.
Rafi menerima. Ia menyimpan cincin, tidak memakaikannya sementara. Mereka makan malam seperti biasa dan pulang ke rumah berbeda.
Selama dua minggu, Nara berbicara dengan Sinta, Nisa, konselor, dan penasihat hukumnya. Tak seorang pun diberi hak memilih. Sinta hanya bertanya apakah Nara mampu mengatakan tidak kepada Rafi sekarang. Nara menjawab ya.
Rafi berbicara dengan Laras dan Hana. Laras menanyakan apakah ia dapat menerima pernikahan tanpa tinggal bersama segera. Rafi mengatakan bisa. Keinginannya bukan izin menghapus semua batas yang bekerja.
Mereka bertemu untuk membahas perjanjian pranikah. Aset tetap terpisah, biaya bersama dibagi berdasarkan kemampuan, Rumah Kunci tak menjadi milik Rafi, blind trust tak memberi kuasa pada Nara, dan tak ada penalti bila perkawinan berakhir.
Keputusan medis dibuat melalui kuasa yang dapat diperbarui. Mereka memilih satu sama lain sebagai kontak pertama setelah evaluasi, dengan alternatif Sinta dan wali profesional. Kuasa tak menyentuh bukti atau jabatan.
Nara mengusulkan tinggal bersama bertahap setelah menikah, mempertahankan apartemennya enam bulan. Rafi setuju dan tak menganggap dua rumah tanda ragu.
Pada hari keempat belas, mereka kembali ke taman. Rafi menanyakan pertanyaan yang sama tanpa pidato tambahan.
Nara menjawab ya. Ia mengulurkan tangan dan Rafi memasangkan cincin setelah bertanya sekali lagi apakah sekarang tepat.
Mereka mengumumkan pertunangan pertama-tama kepada Sinta dan Laras. Sinta menangis, lalu bertanya apakah keputusan dibuat setelah dua minggu penuh. Laras mengucapkan selamat tanpa meminta rincian terapi Rafi.
Nisa menerima kabar di kantor dan segera meminta pembaruan konflik. Nara menyerahkan dokumen pada dewan pada hari sama. Kegembiraan pribadi tidak menunda tata kelola.
Rafi memberi tahu Maya melalui kunjungan terjadwal. Maya menahan diri menawarkan cincin keluarga atau tempat acara. Ia bertanya apakah undangan akan datang dan menerima jawaban keputusan tamu belum dibuat.
Media mengetahui dari catatan konflik publik dan menulis pernikahan kontrak diperbarui. Nara mengoreksi satu fakta melalui pernyataan singkat: kontrak lama telah berakhir; hubungan serta lamaran terjadi setelahnya. Ia tak membagikan tanggal.
Mereka menghadiri konseling pranikah dengan fasilitator berbeda dari masa kontrak. Topik mencakup kuasa, konflik, trauma, uang, seks, keluarga, pekerjaan, dan perceraian. Menyebut kemungkinan berakhir tak mengurangi niat menikah.
Rafi menawarkan tinggal bersama sebelum pernikahan. Nara memilih mencoba tiga malam per minggu sambil mempertahankan apartemen. Mereka membuat aturan kunci tamu, ruang kerja, dan waktu sendiri tanpa menuliskannya sebagai penalti.
Percobaan tinggal bersama mengungkap kebiasaan baru. Rafi bangun lebih awal dan berisik di dapur; Nara membutuhkan sunyi sebelum rapat. Mereka memindahkan alat kopi dan menyepakati jam tanpa suara, bukan menilai siapa harus menyesuaikan karena pemilik apartemen.
Nara menyimpan satu laci terkunci untuk dokumen klien. Rafi tak memiliki kuncinya. Rafi memiliki kotak terapi pribadi yang tak dibuka Nara. Kedekatan rumah tak menghapus ruang rahasia yang sah.
Mereka juga membahas perawatan Maya. Rafi bersedia membantu kebutuhan kesehatan sesuai kemampuan, tetapi Maya tak akan tinggal bersama tanpa persetujuan Nara serta evaluasi. Nara tidak dipaksa menjadi menantu perawat sebagai bukti maaf.
Tentang anak, mereka sepakat meninjau kembali setelah dua tahun dan menerima kemungkinan tetap tanpa anak. Tidak ada pihak menjanjikan perubahan hati. Mereka membicarakan adopsi, biologis, dan kehidupan tanpa anak tanpa memilih saat itu.
Konselor memberi latihan membahas perceraian kedua. Mereka menentukan mediator, perlindungan tempat tinggal, dan cara memisahkan rekening bila diperlukan. Rafi merasa sedih, tetapi melihat rencana keluar membuat jawaban ya Nara lebih bebas.
Setelah semua pembicaraan, mereka memilih tanggal yang cukup jauh agar persiapan tenang. Tak ada kaitan dengan ulang tahun UX-217, putusan, pembukaan arsip, atau hari berdirinya Bintang.
Tanggal dipilih delapan bulan kemudian, memberi ruang bagi musim kerja dan peninjauan dokumen. Bila keadaan berubah, mereka dapat menunda tanpa denda besar karena kontrak vendor memuat pembatalan wajar.
Nara memakai cincin lamaran pada hari biasa, melepasnya di laboratorium sesuai aturan keselamatan, dan tak menganggap tindakan itu simbol keraguan.
Bersama.
Lamaran mereka memiliki jawaban, tetapi tidak pernah memiliki tenggat.