===== BAB 62: Perjanjian yang Tidak Membeli Bebas =====
Penangkapan Bram berubah dari akhir pengejaran menjadi awal pertanggungjawaban.
Jaksa menyusun draf kesepakatan kerja sama. Bram harus mengaku bersalah pada sabotase, pembakaran, penahanan saksi, dan penghalangan; menyerahkan seluruh aset; bersaksi terhadap Fajar; serta menerima rekomendasi hukuman panjang tanpa jaminan angka akhir.
Keluarga korban diundang meninjau bagian yang menyangkut mereka. Mereka tidak memiliki veto hukum, tetapi jaksa wajib menjelaskan bila memilih jalan berbeda dari keberatan mayoritas.
Ratih menganggap dakwaan percobaan penculikan tak boleh hilang. Pengacara Bram mengatakan tidak ada penculikan karena kurir belum membawa siapa pun. Jaksa mempertahankan persekongkolan dan percobaan berdasarkan paket, denah, serta instruksi.
Bayu meminta penahanan tujuh belas tahunnya disebut dalam pengakuan publik, bukan ditelan istilah penghalangan. Draf diperbaiki untuk memuat tindakan konkret: identitas palsu, pembatasan gerak, ancaman, dan laporan kematian.
Nara meminta kebakaran toko dicatat sebagai upaya menghancurkan bukti sekaligus ancaman terhadap Sinta. Bram awalnya mengklaim perangkat waktu dipasang kurir tanpa perintah membakar. Pesan gudang membuktikan ia menentukan cairan serta jam serangan.
Kresna mengingatkan kesepakatan bukan tempat menulis sejarah lengkap. Temuan teknis tetap berada pada laporan; pengakuan pidana harus cukup jelas untuk unsur kejahatan.
Fajar menawarkan kesepakatan terpisah yang menyalahkan Bram. Jaksa menolak karena tawarannya tak menyertakan pengakuan perintah kanal atau penutupan laporan. Persaingan terdakwa tidak otomatis menghasilkan kebenaran.
Keira diminta menguji satu kode dalam rekaman. Ia mengenali nama proyek, tetapi tidak hadir pada UX-217. Kesaksiannya dibatasi pada kontrak Merapi masa dewasa dan komunikasi ayahnya yang ia saksikan sendiri.
Maya menyerahkan daftar aset yang pernah dipakai membayar Bram. Sebagian dana melewati yayasan amal. Pengadilan menunjuk administrator agar penerima manfaat sah yayasan tidak kehilangan layanan kesehatan karena rekening dibekukan.
Dalam pertemuan keluarga, perbedaan tajam muncul. Satu keluarga menolak kesepakatan apa pun; dua keluarga ingin kebenaran cepat karena orang tua mereka sakit. Fasilitator menolak memaksa konsensus.
Jaksa menjelaskan risiko sidang penuh: saksi dapat meninggal, bukti teknis rumit, dan vonis tidak pasti. Risiko kerja sama: Bram mungkin mendapat pengurangan dan narasinya menguasai ruang. Semua dicatat dalam notulen yang disegel dari media sementara.
Ratih meminta hakim menyebut alasan bila menerima pengurangan. Hukuman tidak boleh berubah melalui percakapan rahasia. Draf menambahkan sidang terbuka untuk menilai bantuan Bram dan kesempatan keluarga memberikan pernyataan.
Bram akhirnya menandatangani profer kedua. Ia mengungkap lokasi server cadangan di ruang bawah bekas klinik Rafi. Polisi memperoleh surat perintah dan menemukan server tanpa memindahkan rekam medis pasien lain.
Server mengandung salinan utuh audio rapat setelah UX-217. Suara Fajar memberi instruksi memilih satu nama operator untuk laporan. Suara Mahendra menolak sebentar, lalu menyetujui penyembunyian Rafi. Maya meminta santunan dibayar cepat dengan kerahasiaan.
Bukti itu cukup penting untuk melanjutkan perundingan, tetapi jaksa belum menandatangani. Ahli harus memastikan audio bukan gabungan dan keluarga perlu membaca transkrip.
Rafi mendengar bagian ayahnya melalui pengacara. Ia menolak meminta penghapusan kalimat yang menyakitkan. Kesepakatan yang sah tidak boleh membeli versi keluarga Dirgantara yang lebih bersih.
Ahli audio membandingkan rekaman server dengan gema ruang rapat yang masih ada. Frekuensi pendingin dan bunyi lift cocok dengan tanggal pemeliharaan gedung. Tidak ditemukan pemotongan pada bagian perintah, meski awal rekaman hilang tujuh belas detik.
Pembela berhak menyatakan bagian hilang memberi konteks berbeda. Jaksa tidak mengisi kekosongan. Transkrip diberi tanda mulai di tengah percakapan, dan saksi hanya boleh menjelaskan apa yang benar-benar didengar.
Keluarga meminta kesepakatan mewajibkan Bram menunjukkan seluruh lokasi pengawasan. Ia menyerahkan peta digital, tetapi dua alamat tidak cocok. Polisi menemukan satu sudah dibongkar dan satu salah ketik sejak laporan lama. Kesalahan tidak langsung dianggap kebohongan sebelum diperiksa.
Sinta meminta syarat larangan keuntungan dari buku atau film. Hukum tidak dapat melarang semua bicara, tetapi pengadilan dapat mengalihkan hasil komersial tentang kejahatan ke restitusi. Klausul itu ditambahkan sesuai batas konstitusional.
Bayu memilih memberi pernyataan pada sidang terbuka kelak, bukan saat perundingan. Ia tidak ingin jaksa memakai penderitaannya hanya untuk menekan tanda tangan. Fasilitator menjadwalkan dukungan dan hak berhenti.
Jaksa menetapkan tenggat tujuh hari bagi Bram mengungkap seluruh bukti. Barang yang sengaja disimpan setelah tenggat dapat membatalkan rekomendasi. Pembela meminta pengecualian bagi hal yang benar-benar baru diingat, dengan kewajiban segera melapor dan menjelaskan keterlambatan.
Hard disk kedua memuat daftar pekerja yang menerima ancaman. Program perlindungan menghubungi mereka melalui petugas netral. Sebagian tak ingin membuka kembali masa lalu; nama mereka tetap disegel kecuali bukti sangat diperlukan dan hakim mengizinkan.
Keluarga memilih dua pengamat untuk menghadiri sidang kesepakatan. Mereka tidak duduk bersama jaksa agar perannya jelas. Setiap perubahan dari draf yang telah dibaca akan dijelaskan sebelum hakim mengesahkan.
Draf akhir menyatakan kerja sama Bram dapat dipertimbangkan, tetapi tak pernah berarti bebas.
Sebelum pulang, Ratih meminta salinan draf dalam format yang dapat dibaca perangkat aksesibilitas. Versi awal berupa gambar pindaian dan tidak dapat dicari. Jaksa memperbaikinya serta menjadikan format aksesibel standar semua dokumen korban.
Lila bertanya apakah ia boleh menarik pernyataan dampak setelah menyerahkan. Hakim mengizinkan pembaruan sampai sidang hukuman, sementara versi lama tetap tersegel sebagai catatan proses. Korban tidak dikunci oleh kata yang ditulis saat emosi berbeda.
Sebelas keluarga menuntut kebenaran dibayar dengan hukuman, bukan ditukar dengannya.