===== BAB 25: Merapi di Balik Server =====
Bram Wicaksana berada di balik pintu sistem yang seharusnya tidak pernah ia miliki.
Surat pencarian baru mencakup kantor, rumah, dan penyimpanan digital Bram. Rumahnya kosong, lemari pakaian tinggal separuh, dan paspor kedua tidak ditemukan. Di meja kerja ada tiket feri terbuka serta obat resep Laras. Jejak itu dapat berarti dokter dibawa Bram atau sengaja ditanam untuk mengarahkan polisi.
Kantor Merapi lebih banyak memberi jawaban. Laptop Bram memakai enkripsi perangkat, tetapi memori aktif masih menyimpan kunci karena mesin belum mati. Teknisi regulator menjaga daya dan menyalin data dengan prosedur hidup. Nisa tidak menyentuh keyboard sampai kamera serta saksi siap.
Dalam direktori tersembunyi terdapat laporan uji UX-408. Bram mengetahui modul A.D. dapat mengubah nilai kalibrasi tanpa memperbarui dashboard utama. Ia menulis bahwa alarm di udara akan menghasilkan 'tekanan dewan maksimum'. Catatan risiko menyebut kemungkinan respons kru salah, namun diberi label dapat diterima.
'Dia menilai nyawa seperti angka pemasaran,' kata Rafi setelah menerima ringkasan resmi.
Nara mengingatkan bahwa laporan belum membuktikan Bram sendiri mengirim perintah. Adit dan Keira ikut menyiapkan akses. Direksi Merapi menyetujui target penjualan. Fajar mengendalikan keputusan keluarga. Tanggung jawab tidak boleh dipadatkan hanya karena Bram paling mudah dibenci.
Data juga memuat rekaman percakapan suara KAPTEN-2 dengan Adit. Suaranya telah diubah, tetapi pilihan kata teknis cocok dengan memo Bram. Dalam percakapan, Adit bertanya apakah alarm dapat menjatuhkan server. KAPTEN-2 menjawab kemungkinan kecil selama kru mengikuti prosedur. Adit tetap melanjutkan.
Ahli suara tidak mencoba mengenali Bram dari intonasi yang sudah dimodifikasi. Ia membandingkan kebiasaan bahasa: penyebutan 'margin kendali', urutan angka, dan kesalahan mengucapkan nama firmware. Pola itu muncul pada presentasi Bram yang direkam bertahun-tahun. Hasil hanya menunjukkan dukungan sedang, sehingga identitas KAPTEN-2 tetap memerlukan sertifikat, perangkat, dan saksi.
Pada kalender Bram terdapat pertemuan rutin dengan Fajar setiap tanggal peringatan UX-217. Judulnya hanya 'evaluasi warisan'. Catatan biaya menunjukkan perjalanan ke depot, klinik, dan pusat data setelah pertemuan tersebut. Nara melihat pola pemeliharaan kebohongan: bukti tidak disembunyikan sekali, melainkan diperiksa dan dipindah terus-menerus.
Keira terdengar pada rekaman lain meminta alarm tidak menyentuh kendali utama. KAPTEN-2 berjanji hanya data kalibrasi. Janji itu palsu; modul memiliki hak lebih luas. Namun Keira mengetahui peringatan akan terjadi di udara dan menggunakannya untuk mendorong penjualan.
Nara menyusun matriks peran: Bram merancang dan menyediakan alat; Adit memasang serta menguji; Keira memesan dampak bisnis; Fajar memberi perlindungan korporasi; pengguna terakhir belum dipastikan. Matriks itu membantu jaksa menghindari kesalahan menuduh semua orang atas tindakan identik.
Rukmini menambahkan kolom pengetahuan, niat, tindakan, dan akibat. Bram mengetahui skenario buruk; Adit melihat pertanyaan risiko; Keira meminta alarm di udara; Fajar memperoleh keuntungan dari penjualan. Kolom kosong dipertahankan bila bukti belum ada. Matriks itu kelak dapat berubah, tetapi setidaknya tidak ada orang dituduh hanya karena hubungan keluarga.
Direksi Merapi mencoba menawarkan pemecatan Bram dan audit internal sebagai penyelesaian. Damar menolak karena perusahaan tidak dapat menyelidiki dirinya sendiri secara eksklusif. Audit internal tetap boleh berjalan, tetapi citra server dan wawancara utama berada di bawah pengawasan pengadilan.
Di sela data UX-408, ada folder lama bernama KEDUA. Isinya daftar jadwal klinik, pembayaran kepada Jatmiko, dan foto Rafi muda dari rumah sakit. Bram tidak hanya mengetahui penutupan UX-217; ia memeliharanya selama tujuh belas tahun.
Satu catatan menyebut Laras 'menolak sesi kedua'. Catatan lain mengatakan memori pasien tidak boleh pulih sebelum perangkat ditemukan. Nara membaca kalimat itu dua kali. Bila asli, pengobatan Rafi mungkin dilakukan bukan hanya untuk trauma, melainkan untuk menekan ingatan.
Damar berhasil menghubungi Laras melalui nomor darurat yang ia tinggalkan kepada perawat. Dokter itu bersembunyi di rumah ibadah di luar kota setelah melihat kurir Merapi. Ia bersedia dijemput tim perempuan dan meminta pengacara. Laras menegaskan tidak diculik, tetapi seseorang menggeledah rumahnya.
Rafi tidak diizinkan bertemu sebelum kesaksian. Ia menerima keputusan meski ingin bertanya tentang tujuh belas tahun hidupnya. Nara juga tidak hadir. Damar harus memperoleh cerita Laras tanpa wajah mereka di ruangan.
Laras mengaku menangani dua pasien tanpa nama setelah UX-217: Rafi dan teknisi komunikasi bernama Bayu. Keduanya diberi sedatif karena cedera dan panik. Bram kemudian meminta terapi sugestif untuk 'melindungi rahasia keluarga'. Laras menolak sesi kedua, tetapi sesi pertama sudah dilakukan oleh dokter lain di bawah perintah Mahendra.
'Apakah obat itu menghapus ingatan?' tanya Damar.
'Tidak seperti memencet tombol,' jawab Laras. 'Cedera, sedasi, ketakutan, dan cerita palsu yang diulang dapat membuat ingatan terpecah. Kami tidak bisa menentukan bagian mana yang hilang karena tindakan siapa.'
Kesaksian itu menghindari jawaban dramatis, justru karena itu terasa kuat. Laras menyerahkan catatan asli yang disimpan di luar klinik. Di salah satu halaman, Bram menandatangani sebagai Wakil Operasi UX-217.
Nomor lisensi pada tanda tangan cocok dengan arsip kepegawaian lama. Bram bukan konsultan yang kebetulan mengenal kasus; ia memegang kewenangan operasional saat bukti pertama kali hilang.
Damar meminta cap jabatan asli sebagai pembanding dan memperoleh salinan dari arsip negara, sehingga identifikasi tidak hanya bergantung pada dokumen yang disimpan Bintang.
Di halaman berikutnya tertulis lokasi ruang kalibrasi tempat modul UX-408 pertama kali diuji.