===== BAB 14: Tiga Puluh Menit Terkunci =====
Istilah yang baru mereka pulihkan ternyata sudah dicari seseorang malam sebelumnya.
Nisa memastikan waktu pencarian terjadi dua puluh tiga menit setelah pita diputar di ruang dewan. Jaringan gedung saat itu telah diputus dari luar, sehingga permintaan hanya mungkin berasal dari konsol internal. Pengguna menelusuri tiga lokasi: indeks Kunci Terakhir, inventaris mantel Dion, dan daftar petugas Wakil Operasi.
'Mereka tahu hubungan yang baru kita susun pagi ini,' kata Nara.
'Atau mereka sudah lama tahu dan ingin melihat apa yang tersisa,' jawab Damar.
Tim regulator kembali ke kantor pusat dengan surat penggeledahan digital. Nara ikut sebagai ahli teknis, sedangkan Rafi tinggal di laboratorium agar keberadaannya tidak dipakai Fajar untuk menyebut operasi itu perebutan perusahaan. Keputusan tersebut berat baginya, tetapi ia tidak mengubah pengamanan hanya agar tampak berani.
Fajar menyambut mereka di lobi bersama pengacara. Ia telah memulihkan akses gedung dan menyebut penutupan sebelumnya sebagai kesalahan perangkat lunak. Nisa menunjukkan log perintah manual. Pengacara Fajar menolak berkomentar.
Di lantai pusat data, pintu tahan api menutup tepat ketika Damar membaca surat. Alarm mengumumkan kebocoran gas pemadam, walau sensor udara menunjukkan normal. Semua lift berhenti. Mereka terperangkap di koridor antara dua pintu selama tiga puluh menit.
Nara memeriksa panel lokal dan menemukan perintah isolasi datang dari konsol keamanan tingkat komisaris. Kartu Fajar tercatat, tetapi kartu dapat dikloning seperti miliknya. Ia tidak menyebut itu bukti langsung. Nisa mengambil foto layar, Damar merekam kondisi, dan teknisi gedung membuka pintu dengan mekanisme manual di bawah pengawasan.
Selama terkurung, seseorang di dalam ruang server mencoba menghapus indeks arsip. Salinan checksum yang dibuat Nisa memperlihatkan tujuh ribu entri berubah status. Untungnya, sistem penyimpanan memakai snapshot setiap lima belas menit. Mereka mengisolasi rak tanpa mematikan daya, lalu menyalin snapshot melalui perangkat regulator.
'Jangan cabut server,' kata Nara kepada teknisi yang panik. 'Kita kehilangan memori volatil jika daya mati. Putuskan jalur keluar, bukan sumber listrik.'
Instruksinya direkam. Setelah pintu terbuka, Damar menemukan petugas keamanan bernama Yuda di ruang kontrol. Yuda mengaku menerima pesan otomatis agar melakukan pemeliharaan darurat. Pesan itu memakai format lama unit risiko Merapi, bukan format Bintang. Ia menyerahkan ponsel tanpa melawan.
Kresna menghubungi hakim dan memperoleh perintah sementara yang melarang Fajar, Keira, serta unit Merapi menyentuh arsip. Salinan bukti dibawa keluar memakai dua kendaraan berbeda. Setiap kantong diberi nomor di depan kamera. Nara menolak tawaran Rafi mengirim pengawal perusahaan; perlindungan berasal dari polisi pengadilan agar tidak ada konflik kepentingan.
Di tangga darurat, Keira menghadang Nara. 'Ayahku tidak cukup bodoh memakai kartunya sendiri.'
'Saya juga pernah dijebak dengan kartu sendiri,' jawab Nara. 'Karena itu saya tidak menyimpulkan dari satu log.'
Keira tampak tidak siap menerima jawaban yang tidak menuduh. 'Kalau kau tidak yakin, mengapa menghancurkan perusahaan kami?'
'Menyalin bukti bukan menghancurkan perusahaan. Orang yang takut pada salinan biasanya tahu apa yang ada di dalamnya.'
Keira berbisik bahwa Kunci Terakhir adalah sebutan yang dipakai ayahnya untuk satu proyek warisan Mahendra. Ia pernah mendengar Bram Wicaksana dari Merapi mengucapkannya. Sebelum Nara sempat bertanya, Keira pergi menuju ruang pemeriksaan dengan pengacaranya.
Nara mencatat pernyataan spontan itu dan menyerahkannya kepada Damar. Ia tidak mengejar Keira di lorong. Informasi tanpa prosedur mudah ditarik kembali.
Snapshot yang diselamatkan memuat catatan akses tujuh belas tahun lalu. Inventaris mantel Dion dipindahkan dari rumah sakit ke sebuah depot barang korban, lalu statusnya diubah menjadi 'dikembalikan' walau tidak ada tanda tangan Sinta. Pengubahnya memakai akun Wakil Operasi.
Nisa menemukan bahwa akun Wakil Operasi dibuat untuk jabatan, bukan individu. Selama tahun kecelakaan, tiga orang pernah memegangnya bergantian. Dua sudah meninggal; satu masih bekerja sebagai penasihat Merapi. Nama terakhir ditutup dalam ekspor arsip, tetapi nomor pegawainya tersisa. Kresna meminta data sumber dari lembaga jaminan tenaga kerja agar identitas tidak bergantung pada daftar perusahaan yang dapat diubah.
Di antara indeks yang nyaris terhapus ada memo Mahendra kepada tim hukum. Ia memerintahkan semua permintaan keluarga korban melewati satu pintu dan melarang pemberian salinan teknis. Alasan resminya menjaga konsistensi, tetapi akibatnya sebelas keluarga menerima ringkasan yang sama tanpa data mentah. Nara memasukkan memo itu sebagai bukti pola penutupan, bukan bukti penyebab kecelakaan.
Pada log yang sama, kata Kunci Terakhir muncul sebagai label arsip terenkripsi milik Mahendra. Hak aksesnya terbagi menjadi tiga token fisik. Tidak ada catatan isi. Hanya ada peringatan: jangan pernah menyatukan token di jaringan Bintang.
Saat mereka meninggalkan gedung, Damar menerima hasil pemeriksaan konsol. Kartu Fajar memang digunakan, tetapi sidik pada pembaca milik Yuda. Seseorang telah memberi Yuda akses yang tampak sah. Bukti belum menunjuk satu pelaku, namun menunjukkan rencana berlapis.
Di rumah aman, Nara akhirnya bertemu Rafi. Ia menjelaskan tiga token tanpa menawarkan kepastian bahwa kapsul hitam adalah salah satunya. Rafi berkata Mahendra sering menyebut keamanan yang hanya dapat dibuka oleh tiga orang yang saling tidak percaya.
Kresna memperingatkan bahwa menemukan struktur kunci bukan izin mencoba membukanya. Bila perangkat lama rusak setelah satu upaya, data dapat hilang permanen. Mereka sepakat tidak menyatukan salinan atau menebak kata sandi sampai ahli kriptografi pengadilan membuat citra perangkat dan rencana pemulihan. Kesabaran menjadi bentuk perlindungan bukti yang paling sulit, sebab semua orang ingin jawaban segera.
Satu token mungkin berada di dalam kapsul, satu terkait kunci kuningan, dan satu lagi belum memiliki jejak.