Nama Wira Gantana pada monitor tidak diberikan petugas. Sistem membacanya dari pola yang muncul pada kulit tubuh jangkar setelah arsip kelahiran dipulihkan. Dokter mencatat nama sebagai dugaan identitas, bukan izin bagi tubuh untuk meninggalkan peti.
Tangan tua terus bergerak menuju dada. Penahan kain menahan siku, tetapi kuku menggores selaput di atas jantung. Jika lonceng kecil keluar, pipa ketujuh dapat menariknya menuju Wadah X.
Tim menutup semua jalur udara dari pemandian tanpa mematikan mesin medis. Robot memasang pelindung kusam di atas dada. Tidak ada petugas menyentuh tubuh langsung.
'Apakah itu Ki?' tanya Reksa.
'Pantulannya masih di belakang panggung,' jawab Meisin. 'Bisa jadi kebiasaan tubuh, bagian kehendak lain, atau jebakan. Jangan satukan hanya karena namanya sama.'
Ardi memberi keterangan dari rumah sakit. Selama tiga puluh tahun, ia merasakan Ki membagi diri menjadi tiga: pantulan untuk berpindah, nama untuk mengikat dokumen, dan denyut pada tubuh tua untuk menjaga semua jalur. Memisahkan pantulan tidak otomatis mematikan denyut.
'Tubuh tua selalu bergerak kalau nama pertamanya disebut,' katanya. 'Seolah ingin memastikan masih ada orang yang memanggil.'
Nama tidak diucapkan lagi dekat pemandian. Petugas memakai kode Jangkar A.
Mbah Raras mengirim ketukan bahwa tubuh itu adalah tubuh Wira ketika menjadi muridnya, tetapi sudah diubah berkali-kali. Sebagian organ berasal dari korban. Membunuh atau membakar tubuh dapat merusak jaringan orang lain dan melepaskan lonceng hening.
Dokter memetakan organ. Jantung asli Wira tinggal separuh; bagian lain merupakan cangkok dari tiga korban. Paru, ginjal, dan kulit juga campuran. Setiap keluarga harus dilibatkan sebelum tindakan yang tidak darurat.
Nomor jaringan dibandingkan dengan arsip klinik. Dua keluarga sudah ditemukan, satu korban belum bernama. Penyidik menahan publikasi ciri agar keluarga palsu tidak muncul karena perhatian media. Dana pemeriksaan diambil dari rekening pengawasan, bukan kuasa langsung perusahaan Owen.
Keluarga pertama mengizinkan mesin mempertahankan jaringan tetapi belum pengangkatan. Keluarga kedua meminta pendapat dokter luar. Untuk korban ketiga, pengadilan menunjuk pendamping independen sementara. Tubuh jangkar tidak boleh dibongkar hanya demi tenggat Meisin.
Rekaman medis membuktikan cangkok dilakukan setelah Wira berusia lebih dari seratus tahun. Setiap operasi melibatkan dokter, pemasok, dan pembayaran. Penyidikan diperluas kepada pihak hidup yang membantu, bukan berhenti pada nama Ki.
Penyidik memisahkan status tubuh dari tanggung jawab nama. Secara medis ia pasien hidup tak sadar. Secara pidana, bukti menunjukkan Wira menggunakan banyak identitas dan tubuh. Perawatan tidak berarti pembebasan, sedangkan penyidikan tidak menghapus hak jaringan korban.
Pengacara korban meminta penjagaan berada di bawah perintah pengadilan, bukan perusahaan atau keluarga Meisin. Tiga ahli menandatangani setiap perubahan mesin. Jika tubuh sadar, ia tetap tidak dapat memberi persetujuan atas jaringan cangkok milik orang lain.
Polisi juga menerbitkan koreksi arsip: Ardi, Fadil, Mira, dan tubuh penerima lain tidak dicatat sebagai alias Wira. Nama mereka dipertahankan sebagai orang berbeda yang tubuhnya pernah dipakai. Cara itu memutus kebiasaan menyatukan semua korban ke identitas pelaku.
Semua keluarga terkait menerima salinan koreksi dan boleh mengajukan keberatan bila riwayat orangnya masih tercampur dengan dokumen Ki.
Pompa jeda dipasang ulang dengan pelindung. Tangan tua berhenti mencapai dada. Lonceng kecil kembali diam di bawah jantung.
Di rumah sakit, Meisin mengalami sisa serangan ingatan. Ia melihat tiga versi masa lalu bertumpuk. Agar tidak menganggap semuanya benar, ia membuat tiga kolom: terbukti, kesaksian orang lain, dan belum diketahui.
Ia menambahkan kolom keempat: keputusan sekarang. Kolom itu tidak memerlukan kepastian masa lalu. Di sana ia menulis bahwa ia memilih merawat tubuhnya, tidak masuk rumah kurungan, tidak membuka Karsa, dan tidak menjadikan bantuan Owen maupun Reksa sebagai utang hubungan.
Kolom keempat menjadi bagian terpanjang. Meisin menyadari dirinya tidak hanya terdiri dari hal yang dapat diingat. Pilihan yang dibuat setelah kehilangan juga membentuk identitasnya.
Lagu Bu Rena berada pada kolom kesaksian dan ingatan baru. Janji sungai dari Reksa berada pada kesaksian yang dapat diperiksa melalui benda masa kecil. Pertemuan Owen berada pada rekaman yang belum ingin dilihat.
'Aku nggak harus memindahkan semuanya ke kolom terbukti hari ini,' katanya.
Reksa membawa kotak kayu kecil dari rumah orang tuanya setelah meminta izin. Di dalamnya ada dua batu sungai dengan inisial masa kecil mereka. Meisin tidak langsung ingat mengukirnya, tetapi bekas huruf cocok dengan tulisan lamanya.
'Kita pernah janji nggak akan ninggalin satu sama lain,' kata Reksa. 'Tapi janji anak-anak nggak mengikat keputusanmu sekarang.'
Meisin memilih menyimpan foto batu, bukan bendanya. 'Aku percaya kejadian itu mungkin benar. Perasaanku hari ini tetap milikku.'
Owen tidak mencoba menandingi dengan benda. Ia hanya menyerahkan daftar lokasi kamera, orang yang dibayar, dan rekaman yang mungkin membantu penyidikan. Meisin boleh menolak melihat semuanya.
Bu Rena menyanyikan lagu lama di kamar tanpa rekaman. Meisin belum mengingat masa kecil, tetapi ia menghafal bait baru. Noda hitam mundur satu ruas dari bahu.
Pemulihan bukan mengembalikan versi lama dirinya secara utuh. Ia membangun hubungan sekarang dengan persetujuan baru.
Di ruang Wadah X, dokter mulai merencanakan pemisahan jaringan. Enam keluarga memilih batas tindakan berbeda. Tulang Mbah dapat dipisahkan pertama karena posisinya sudah terpetakan dan persetujuan Mbah serta Bu Rena tercatat. Namun operasi ditunda sampai lonceng kecil diam permanen.
Pantulan Ki di belakang panggung mencoba meniru ketukan Mbah. Sandi palsu yang dibuat Bu Rena membongkarnya. Ki memakai arti palsu untuk meminta pintu dibuka penuh. Penjaga mencatat usaha itu dan tidak merespons.
Tenggat pada buku transaksi tetap empat hari. Angka tidak turun selama fungsi tiga benda diperiksa, seolah Ki menunggu Meisin memilih. Setelah ia menolak ultimatum, hitungan bergerak lagi.
Kini tersisa tiga hari.
Penyidik merencanakan tiga langkah paralel: menjaga pantulan di panggung, mengeluarkan lonceng kecil dari jangkar tanpa memberi jalan ke Wadah, dan mempersiapkan pemisahan jaringan korban. Tidak satu pun membutuhkan Karsa dibuka.
Karsa mendengar rencana melalui ikatannya dan mengetuk kotak. 'Kalian bisa mengeluarkan lonceng, tapi tidak bisa membunuh satu detik hening.'
Tidak ada yang menjawab.
Di pemandian, tubuh tua membuka mata. Untuk pertama kalinya, pupilnya mengikuti robot, bukan bergerak tanpa arah. Mulutnya membentuk suara yang sangat lemah.
'Aku Wira,' katanya. 'Bayanganku dicuri.'
Mbah Raras langsung mengirim empat ketukan: bahaya berada di belakang.
Tubuh itu memohon agar pantulannya dikembalikan dari panggung. Air mata keluar dari satu mata, sedangkan tangan kanan diam di bawah penahan.
Tangan kirinya, yang tersembunyi di sisi peti, menulis pada embun kaca:
JIKA BAYANGAN TIDAK PULANG, LONCENG AKAN MEMILIH JANTUNG MEISIN. (*)