===== BAB 74: Warisan Bima =====
Audit pembayaran Bima menunjukkan uang tutup mulut bercampur bantuan anonim kepada keluarga korban.
Raka meminta semua buku besar Bima dirilis dengan konteks, bukan dipilah menjadi halaman yang memalukan dan halaman yang dapat menyelamatkan nama keluarga. Dewan dana menunjuk sejarawan arsip, akuntan forensik, serta dua wakil korban untuk memberi keterangan pada setiap transaksi.
Alena membaca rekaman pengakuan Bima sekali lagi. Ayah Raka mengaku mengambil pasien, memalsukan manifest, dan membiayai diam. Pada bagian lain ia memperingatkan lot komponen, membangun node arsip, serta mengirim bantuan tanpa nama. Penyesalan datang setelah perbuatan, tetapi tidak pernah berkembang menjadi pengakuan terbuka semasa hidup.
'Saya bisa mengganti nama,' kata Raka malam sebelum rilis. 'Keluar dari Dirgantara, menjual seluruh saham, dan membiarkan perusahaan memakai nama lain.'
Alena menutup laptop. 'Apakah itu memperbaiki sesuatu atau membuat Anda tidak perlu mendengar nama Bima?'
Raka tidak langsung menjawab. 'Mungkin yang kedua.'
'Kalau Anda memilih keluar, lakukan karena struktur harus berubah. Bukan karena nama baru membuat sejarah tampak milik orang lain.'
Ia tidak mengatakan Raka wajib mempertahankan perusahaan. Pilihan kariernya bukan tugas istri. Namun Alena melihat perbedaan antara melepas kuasa dan melarikan diri dari tanggung jawab.
Rilis dilakukan melalui portal dana, bukan situs hubungan masyarakat Vantara. Setiap dokumen memiliki hash, sumber, status autentikasi, serta bagian yang ditutup untuk privasi. Rekaman Bima ditayangkan utuh dengan jeda penjelasan teknis. Pihak Guntur mendapat ruang memasukkan keberatan tertulis di samping bukti, bukan hak menghapusnya.
Sebelum portal dibuka, auditor menemukan tiga pembayaran yang tidak cocok dengan kategori mana pun. Satu membeli rumah bagi mantan teknisi yang kemudian meninggalkan negeri; satu membayar pengobatan anak korban; satu masuk ke perusahaan Bram. Ketiganya berasal dari rekening sama tetapi memiliki fungsi berbeda: melindungi saksi, membantu keluarga, dan membiayai pelaku.
Alena meminta warna tampilan tidak memberi kesan hijau untuk bantuan serta merah untuk uang tutup mulut sebelum kesimpulan hukum. Setiap transaksi diberi label berdasarkan dokumen: bersyarat, tanpa syarat, penerima terkait operasi, atau belum diketahui. Publik boleh melihat bukti dan alasan, bukan diarahkan oleh desain.
Pada jam pertama, portal menerima jutaan permintaan dan satu serangan penghapusan. Cermin publik tetap hidup karena Sari menyimpan salinan pada tiga lembaga. Serangan berasal dari bot sewaan, bukan bukti Guntur, dan laporan menyebut batas tersebut.
Raka diminta menandatangani pengalihan hak cipta rekaman Bima agar keluarga tidak dapat menariknya kelak. Ia menandatangani kepada arsip publik, bukan Vantara. Ia juga melepaskan hak memakai surat-surat Bima untuk film atau buku komersial sampai semua perkara korban selesai.
'Kau tidak harus menyerahkan seluruh masa kecilmu,' kata Alena setelah dokumen pribadi yang tak terkait dipisahkan.
'Saya menyerahkan bagian yang dipakai menutup kecelakaan. Sisanya tetap milik orang yang hidup.'
Batas itu penting. Akuntabilitas bukan hak publik memakan setiap kenangan keluarga. Alena memastikan foto ibu Raka saat sakit dan catatan medis lain tidak ikut portal hanya karena ditemukan di map sama.
Ketika seorang produser menawarkan uang besar untuk wawancara eksklusif, Raka mengarahkannya ke dana korban tanpa menjanjikan tampil. Ia tidak mengubah rasa bersalah menjadi produk yang kembali menempatkan dirinya di tengah cerita.
Dewan editorial portal memberi keluarga hak menambahkan tanggapan pada catatan masing-masing. Ada yang menulis bahwa bantuan Bima menyelamatkan pendidikan anak; ada yang menulis uang itu membuat ancaman terasa terus hidup. Kedua tanggapan muncul berdampingan tanpa kesimpulan resmi.
Alena menambahkan catatan Reno sendiri tentang keterlambatan laporan. Ia tidak membiarkan portal Bima memuat dosa satu ayah sambil menyembunyikan keputusan ayahnya. Transparansi harus bertahan ketika melukai orang yang ia cintai.
Keluarga korban menanggapi berbeda. Ada yang ingin bantuan pendidikan tetap dipakai; ada yang mengembalikan sisa dana karena tak sanggup menyimpan uang Bima. Dewan reparasi menetapkan keduanya sah dan tidak memengaruhi hak klaim. Tidak seorang pun diwajibkan bersyukur agar menerima pembayaran yang menjadi kewajiban perusahaan.
Raka berdiri di depan media setelah portal dibuka. Ia tidak menyebut Bima pahlawan yang terlambat atau ayah yang terpaksa. 'Ia membantu menutup kejahatan dan kemudian mencoba memperbaiki sebagian kerusakan tanpa menyerahkan dirinya. Keduanya dicatat.'
Seorang wartawan bertanya apakah ia malu memakai nama yang sama.
'Saya malu pada tindakan yang ditutup nama itu. Menghapus nama saya tidak menghapus tindakannya.'
Alena menyaksikan dari sisi panggung. Raka tidak membutuhkan tatapannya untuk menyelesaikan jawaban. Kemampuan berdiri tanpa meminta pembenaran darinya memberi hubungan mereka ruang yang lebih setara.
Hari-hari berikutnya diisi banding kreditur, penjualan aset, dan pemeriksaan rute. Vantara lolos dari kebangkrutan langsung setelah pengadilan menyetujui restrukturisasi, tetapi kendali keluarga tetap dibekukan. Ribuan pekerja mempertahankan gaji dasar, sedangkan bonus eksekutif ditiadakan.
Sari mengajak Alena menyusun rancangan lembaga audit yang tidak dimiliki satu operator. Mereka membuat aturan pendanaan beragam, publikasi konflik, serta hak teknisi melapor tanpa jalur manajemen. Untuk pertama kali sejak VX-408, Alena membayangkan pekerjaannya tidak berada di dalam gedung yang sama dengan Guntur atau Raka.
Sebuah amplop resmi tiba di akhir pekan ketiga setelah rilis. Dewan profesi keselamatan memanggil Alena. Aduan menyebut perkawinannya dengan Raka, akses perwalian, dan peran sebagai keluarga korban dapat merusak independensi analisis. Lisensinya tetap aktif sementara, tetapi masa depannya akan ditentukan dalam sidang terbuka.
Maya membaca surat sampai halaman akhir. 'Mereka tidak menuduhmu memalsukan data. Mereka menilai konflik dan kelayakan.'
Alena memegang amplop yang terasa lebih berat daripada surat penangguhan pertama. Kebenaran telah membersihkan satu tuduhan, tetapi profesinya belum tentu bersedia menerima cara ia memperoleh akses.
Dewan lisensi memanggil Alena untuk menilai apakah skandal merusak kelayakannya bekerja.