===== BAB 48: Pertukaran di Hangar Tujuh =====
Bram menjawab sebagai Kapten Kedua dan menentukan pertukaran di Hangar Tujuh.
Tim taktis memetakan hangar dengan gambar konstruksi lama dan pemindaian baru. Tiga lorong servis tidak muncul pada denah renovasi. Alena menunjukkan pintu yang pernah dipakai penyerang, tetapi tidak memilih posisi petugas. Keahliannya pada lokasi tidak menjadikannya komandan penangkapan.
Cincin tiruan dibuat dari paduan dengan berat sama. Enam belas guratan disalin, sedangkan cacat mikro sengaja berbeda agar benda mudah dibedakan di pengadilan. Laboratorium memberi lapisan pelacak berlisensi dengan radiasi sangat rendah, aman disentuh singkat dan dapat dibaca sensor khusus. Nomor barang umpan dicatat terpisah dari cincin asli.
Petugas keselamatan mengukur dosis pada kulit, pakaian, dan udara. Nilainya berada jauh di bawah paparan medis harian. Pelacak dipilih bukan untuk membahayakan atau menempel permanen, tetapi agar sensor gerbang membaca pola isotop selama beberapa jam. Izin penggunaannya tercantum dalam surat operasi. Alena meminta lembar keselamatan ikut berada di kendaraan medis.
Tiruan diuji pada pembaca cincin dan sengaja tidak dapat membuka apa pun. Jika Bram mencoba menggunakannya, kegagalan tidak akan menyentuh indeks bank asli. Foto mikroskop serta berat sebelum penyerahan dimasukkan ke inventaris, sehingga kerusakan setelah diambil dapat dibedakan.
Nadine merekam pesan konfirmasi di bawah pengawasan. Petugas penyamaran membawa kotak umpan dan pemancar darurat. Tidak ada ledger di dalamnya, hanya kertas dengan pola berat serupa. Cincin asli tetap di lemari regulator dengan segel yang dibacakan sebelum operasi dimulai.
Alena dan Raka ditempatkan di van pengamatan tiga ratus meter dari hangar. Keduanya menandatangani bahwa mereka tidak akan keluar tanpa instruksi. Raka memeriksa ulang pintu van, lalu duduk. Tidak ada janji untuk menyelamatkan siapa pun sendiri.
Sebelum operasi, mereka mengikuti latihan singkat. Bila van diserang, pengemudi membawa mereka ke titik aman; mereka tidak membuka pintu bagi suara yang mengaku petugas tanpa kode. Bila komunikasi putus, perintah terakhir tetap berlaku. Alena mengulang aturan itu keras-keras. Raka melakukan hal sama, membuat kepatuhan menjadi komitmen yang terdengar, bukan asumsi.
Alena juga menetapkan bahwa ia tidak akan mendengar cuplikan tiga puluh tujuh detik langsung di lapangan. Ahli lebih dulu memeriksa bahan berbahaya, integritas perangkat, dan kebutuhan keluarga korban. Rasa ingin tahu bukan alasan melompati rantai penguasaan.
'Kalau suara itu benar-benar tiga puluh tujuh detik terakhir, saya mungkin perlu berhenti mendengarnya,' kata Alena.
'Katakan berhenti. Aku tidak akan meminta kau bertahan demi aku.'
Petugas penyamaran memasuki hangar pukul satu lewat tujuh. Kamera termal melihat satu sosok di catwalk, lalu kehilangan bayangan di balik dinding logam. Suara Bram datang melalui pengeras portabel, meminta kotak diletakkan dan pembawa mundur.
Pengenal suara di van memberi kecocokan awal dengan sampel Bram, tetapi Alena tidak mengucapkan nama ke kanal taktis. Komandan sudah memiliki dasar operasi; identifikasi forensik dilakukan nanti. Ia hanya mencatat waktu dan karakter gema yang menunjukkan pengeras berada di sisi utara, bukan pada tubuh pembicara.
Sensor pintu lama tiba-tiba mengirim tiga pembukaan sekaligus. Tim menahan gerak sampai petugas penyamaran keluar dari zona kotak. Bram sedang mencoba memecah perhatian tanpa menampakkan diri. Disiplin beberapa detik itu mencegah petugas mengejar pintu kosong.
Petugas mengikuti prosedur. Sebuah lengan mekanis keluar dari celah lantai dan menarik kotak ke lorong bawah. Tim taktis bergerak setelah sensor memastikan Bram menyentuh umpan. Pada saat yang sama, listrik hangar padam.
Van beralih ke baterai. Kamera utama mati, tetapi sensor termal mandiri tetap hidup. Alena melihat satu bentuk bergerak menuju pintu timur, sementara tim mengejar bayangan lain di catwalk. Bram telah memasang sumber panas sebagai pengalih.
Raka melihat gagang van ketika suara benturan terdengar. 'Aku tetap di sini,' katanya, seolah mengingatkan dirinya sendiri.
Alena mengangguk. Mereka tidak tahu siapa yang terluka. Keluar hanya akan menambah sasaran dan merusak perimeter. Menunggu terasa lebih sulit daripada berlari, tetapi kepatuhan mereka adalah bentuk perlindungan yang telah disepakati.
Listrik kembali setelah empat menit. Kotak umpan hilang. Seorang petugas mengalami luka ringan akibat pintu jebak, tidak ada korban lain. Bram lolos melalui drainase lama yang bermuara di jalan layanan. Kamera kota menangkap kendaraan tanpa pelat bergerak menjauh.
Petugas medis memeriksa luka sebelum pencarian tempat dilanjutkan. Komandan menolak mengejar masuk drainase yang belum dinilai, meski sinyal pelacak bergerak. Dua robot dikirim dan menemukan kabel pemutus serta jejak ban kecil. Keputusan lambat itu mungkin memberi Bram jarak, tetapi tidak menukar satu bukti dengan nyawa petugas.
Area dibagi menjadi kotak pencarian. Setiap benda diberi penanda sebelum diangkat: baterai, serat sarung tangan, pengeras, dan alat pemutar. Alena tidak masuk sampai komandan menyatakan aman. Dari van, ia menyaksikan daftar inventaris bertambah tanpa menyentuh satu pun barang.
Sensor pelacak menunjukkan cincin tiruan masih bersama kendaraan. Tim memilih membuntuti dari jauh agar Bram tidak membuangnya. Alena meminta log pembacaan disimpan otomatis dan setiap perpindahan yurisdiksi dicatat.
Di tempat pertukaran, petugas menemukan alat pemutar kecil. Benda itu difoto, diperiksa bahan peledak, lalu disegel. Salinan audionya dibuat melalui keluaran digital, bukan diputar berulang dari perangkat asli.
Kotak umpan tidak ditemukan di hangar, menguatkan pelacak yang bergerak bersama kendaraan. Tim memberi tahu semua gerbang agar hanya membaca sinyal, bukan menghentikan van. Penangkapan tergesa dapat membuat Bram membuang cincin dan media rekaman sebelum lokasi penyimpanannya diketahui. Jaksa menyetujui pengawasan berkelanjutan dengan batas waktu.
Klip berdurasi enam detik. Di antara statis dan alarm, suara Raka terdengar jelas memberi perintah. Raka mendengarkan sekali dari van, lalu menatap Alena tanpa meminta kepercayaan.
Bram meninggalkan klip yang terdengar seperti Raka memerintahkan, 'Buka pintunya.'