===== BAB 25: Kursi Dua A =====
Hasil laboratorium menyatakan kecocokan darah Raka nyaris pasti.
Raka meminta temuan itu tidak diumumkan oleh konsultan komunikasi. Ia duduk di ruang regulator, menghadap perekam, dan menyebut nama legalnya sendiri: Araka Dirgantara, inisial A.D., penumpang tanpa manifest pada kursi 2A VX-217.
'Saya tidak mengingat perjalanan itu,' katanya. 'Namun darah, sensor kursi, gelang, kartu, dan rekaman menempatkan saya di sana. Saya menerima pemeriksaan sebagai penyintas tersembunyi dan menyerahkan hak menolak sampel lanjutan yang berkaitan langsung dengan identifikasi.'
Maya menambahkan batas privasi pada pernyataan. Menyerahkan sampel bukan izin bagi perusahaan atau media membuka seluruh riwayat medis Raka. Kresna mencatat bahwa status penyintas tidak otomatis membebaskannya dari pelanggaran manifest maupun membuktikan siapa penyebab kecelakaan.
Alena menghargai kalimat tersebut. Mereka sedang mengubah kisah resmi, tetapi bukan menukar satu tokoh suci dengan tokoh lain.
Regulator mengundang perwakilan keluarga sebelas korban sebelum konferensi singkat. Sebagian marah karena keluarga Dirgantara menyelamatkan pewaris sementara kerabat mereka mati. Seorang perempuan bertanya apakah Raka menerima perawatan lebih cepat daripada korban lain. Raka menjawab bahwa catatan menunjukkan dirinya dipindahkan secara rahasia dan ia siap menyerahkan urutan waktu kepada ahli independen.
Seorang lelaki tua membawa foto adiknya yang bekerja sebagai awak. Ia tidak bertanya tentang darah, melainkan mengapa Bima dapat mengambil satu pasien tanpa nama ketika keluarga lain menunggu kabar berjam-jam. Raka tidak punya jawaban. Ia meminta pertanyaan itu dicatat untuk audit klinik dan menolak berlindung di balik usia sembilan belas.
'Saya tidak mengatur ekstraksi,' katanya. 'Tetapi hidup saya dibangun di atas hasilnya. Saya akan membuka dana, catatan, dan siapa yang dibayar.'
Alena melihat beberapa keluarga tetap memalingkan wajah. Mereka tidak berutang penerimaan karena Raka kini berkata jujur. Maya membagikan kontak pengacara independen dan menegaskan pertemuan bukan syarat memperoleh informasi atau kompensasi.
Sesudahnya, regulator menunjukkan formulir identitas lama. Nama legal Araka menjelaskan inisial AD tanpa perlu menebak dari Raka. Tanggal lahir, ukuran tubuh, dan bekas luka bahu cocok dengan data kursi. Namun formulir juga membuktikan paspor Raka diperbarui di Singapura tiga hari setelah kecelakaan, memakai foto yang diambil sebelum luka terlihat.
'Bima menyiapkan dokumen pengganti sebelum bekas perban hilang,' kata Alena.
Raka meminta paspor itu ikut disita. Setiap benda yang menguatkan statusnya sebagai korban sekaligus memperpanjang daftar tindakan ayahnya.
'Saya tidak meminta status korban menghapus keuntungan yang keluarga saya ambil,' katanya.
Alena duduk di belakang, bukan di sampingnya. Ia melihat seorang lelaki menanggung pertanyaan tanpa memakai amnesia sebagai perisai. Itu belum cinta yang aman, tetapi menjadi alasan untuk tidak pergi.
Sesudah konferensi, Guntur menyebut pengakuan tersebut strategi simpati. Media memecah layar antara foto Raka muda dan wajah Reno. Alena menolak semua undangan siaran. Pekerjaan hari itu belum selesai: sensor tekanan kursi harus dicocokkan dengan berat Raka pada usia sembilan belas, dan kartu perlu diperiksa untuk bekas selain darah.
Tim regulator juga membekukan salinan rekam medis baru agar Bima tidak lagi menjadi satu-satunya sumber tentang berat dan luka Raka. Data sekolah serta pemeriksaan universitas memberi pembanding independen yang selisihnya kurang dari dua kilogram.
Ahli serat menemukan partikel logam pada tepi kartu. Di bawah mikroskop, partikel itu membentuk enam belas kelompok titik yang berulang, seolah kartu pernah ditekan pada permukaan berukir berbentuk lingkaran. Polanya terlalu lemah untuk dibaca sebelum lapisan darah dipetakan.
'Bisa berasal dari mesin cetak token?' tanya Alena.
'Mesin token memakai garis lurus. Ini tekanan dari benda terpisah.'
Mereka membandingkan foto cincin keluarga yang disertakan Bima dalam surat. Resolusinya belum cukup. Mawar harus menyerahkan benda asli dan riwayat penyimpanannya sebelum kesamaan dapat dinyatakan.
Menjelang tengah malam, Alena dan Raka kembali ke apartemen sewa. Mereka makan mi yang sudah dingin di meja kerja karena keduanya lupa memesan makan malam tepat waktu. Raka bertanya apakah pengakuannya membuat keadaan lebih buruk bagi nama Reno.
'Mungkin sementara,' jawab Alena. 'Orang akan bertanya mengapa Ayah memasukkan Anda tanpa manifest.'
'Kau tidak mencoba menenangkanku.'
'Anda menyewa orang lain untuk itu jika butuh.'
Raka tertawa kecil, suara pertama yang tidak dibebani dewan sepanjang hari. Keheningan setelahnya berbeda dari keheningan rumah sakit. Tidak ada orang menunggu pengakuan, tidak ada kamera, dan cincin polos Alena hanya memantulkan lampu meja.
'Aku ingin menciummu,' kata Raka. 'Tetapi aku tidak ingin hari ini membuatmu merasa harus memberi sesuatu.'
Alena memikirkan darah di kartu, dosa Bima, dan ayahnya sendiri yang memasukkan seorang pemuda ke kursi kosong. Semua itu mengikat mereka dalam perkara. Keinginannya kepada Raka harus dipisahkan dari ikatan tersebut sebanyak mungkin.
Ia berdiri, berjalan ke sisi meja, dan berhenti cukup dekat untuk mendengar napas Raka. 'Boleh aku menciummu?'
Pertanyaan itu membuat mata Raka melembut. 'Boleh.'
Alena menyentuh pipinya lebih dahulu. Ciuman mereka tidak singkat seperti di depan wartawan dan tidak mendesak seperti orang yang baru lolos dari bahaya. Raka menunggu setiap perubahan jarak. Ketika Alena mundur, ia tidak mengejar.
'Itu bukan putusan bahwa Anda tidak bersalah,' katanya.
'Saya tahu.'
'Dan bukan janji setelah lima belas bulan.'
'Saya tahu itu juga.'
Jawaban tanpa tuntutan membuat Alena ingin mendekat lagi, tetapi telepon bukti berbunyi. Sari mengirim citra mikroskopis kartu berdampingan dengan foto cincin Bima. Program hanya menandai bentuk awal, belum autentikasi, tetapi jumlah dan jarak titik sama.
Alena menyimpan pesan ke folder perkara. Hubungan mereka boleh bergerak karena pilihan; bukti tetap bergerak karena prosedur.
Serat kartu menyimpan pola lingkar enam belas titik yang sama dengan cincin keluarga.