===== BAB 20: CEO Tanpa Kursi =====
Rekaman yang dipulihkan menyebut, 'Anak Bima membawa buku pembelian asli.'
Kalimat itu memberi Raka peran yang berbeda, tetapi Alena tidak mengizinkannya menjadi pembebasan terburu-buru. Membawa bukti tidak menjelaskan mengapa ia naik tanpa manifest, siapa yang menyembunyikan buku, atau apakah tindakannya ikut menempatkan orang lain dalam bahaya.
'Kita belum tahu siapa pembicaranya,' katanya.
Raka mengangguk. 'Dan belum punya bukunya.'
Jawaban tersebut cukup. Mereka membawa rekaman ke rapat dewan lanjutan bersama berita acara forensik, bukan sebagai cerita tentang seorang pewaris muda yang heroik. Di luar gedung, layar berita menampilkan temuan sementara regulator yang membersihkan Alena dari tindakan VX-408. Di bawahnya, judul lain mempertanyakan apakah Raka menyembunyikan statusnya sebagai penyintas untuk merebut simpati.
Ruang dewan kali ini diawasi dua petugas regulator. Tidak ada perangkat pribadi. Sari mengoperasikan salinan kerja dari meja terpisah, sedangkan media asli telah masuk brankas negara.
Guntur mengajukan mosi memperpanjang penangguhan Raka sampai penyelidikan selesai. Alasannya konflik kepentingan, gangguan ingatan, dan risiko keputusan CEO dipengaruhi istri yang menjadi saksi. Ia juga meminta hak audit pasangan dibekukan.
Alena membaca lampiran mosi. Guntur kembali menyelipkan dua hal berbeda dalam satu keputusan, berharap rasa takut kepada Raka turut menutup aksesnya.
'Saya tidak menolak pemeriksaan atas Raka,' katanya ketika diberi waktu. 'Tetapi audit saya dibentuk justru untuk keadaan ketika pengendali perusahaan memiliki konflik. Membekukannya karena konflik muncul berarti mematikan alarm saat berbunyi.'
Maya menunjukkan keputusan regulator yang mengubah status Alena menjadi saksi utama dan mengakui metode pengumpulan datanya. Kresna menyerahkan pernyataan Raka bahwa ia tidak akan memakai suara perwalian untuk mempertahankan jabatan sendiri.
'Kau menyerah begitu saja?' tanya Guntur.
'Saya menyerahkan kursi, bukan bukti,' jawab Raka.
Pemungutan berlangsung. Mayoritas mendukung penangguhan Raka sebagai CEO. Namun upaya membekukan audit gagal setelah Mawar dan dua direktur independen menolak. Guntur menjadi pemimpin operasional sementara dengan kewajiban melapor kepada regulator setiap kali menyentuh arsip keselamatan.
Sebelum hasil disahkan, Nadine memasuki ruangan bersama pengacara dan meminta suaranya dicatat abstain. Guntur memandang putrinya dengan dingin. Nadine tidak berani menatap Alena, tetapi penolakannya memberi satu suara lebih sedikit kepada ayahnya. Itu belum pertobatan. Itu hanya retakan yang dapat membuat struktur lama kehilangan keseimbangan.
Guntur menerima token sementara dan langsung meminta akses ke daftar saksi. Penyelidik menolak, membatasi laporannya pada operasi armada. Alena mencatat permintaan pertama yang ia buat saat memperoleh kuasa: bukan keselamatan rute atau staf yang panik, melainkan nama orang yang berbicara.
Di lorong, para pegawai berdiri diam ketika Raka keluar. Beberapa menunduk; yang lain merekam dari balik ponsel. Raka tidak memberi pidato. Ia mengatakan semua instruksi keselamatan harus mengikuti regulator dan tidak seorang pun boleh menghapus data atas nama loyalitas kepadanya. Pesan singkat itu mencegah satu jenis kekacauan yang mungkin sengaja diharapkan Guntur.
Alena berjalan terpisah beberapa langkah agar keputusan mereka tidak tampak sebagai pertunjukan. Saat seorang wartawan berteriak apakah ia meninggalkan suami yang bukan lagi CEO, Alena berhenti hanya untuk berkata bahwa jabatan bukan barang bukti tentang perkawinan maupun kecelakaan. Ia tidak menggenggam tangan Raka sampai pintu tertutup dan tak ada kamera di dalam mobil. Kali ini ia yang menawarkan telapak tangan; Raka menunggu anggukannya sebelum menyambut.
Raka meletakkan token terakhirnya di meja. Sekretaris membacakan nomor seri, dan Alena melihatnya meminta tanda terima seperti yang ia lakukan pada semua barang lain. Kehilangan perusahaan mungkin merobek sesuatu di dalam dirinya, tetapi ia tidak memberi Guntur kesalahan prosedural untuk dipakai.
Setelah rapat, staf mengosongkan ruang CEO di bawah pengawasan. Raka hanya mengambil pakaian, foto ibunya, dan buku catatan pribadi yang lebih dahulu dipindai penyelidik. Ia meninggalkan meja, kendaraan dinas, serta akses penthouse sampai lokasi itu dinyatakan bersih.
'Kau tidak perlu ikut,' katanya kepada Alena di lift servis. 'Hak auditmu tetap berjalan melalui Maya. Tinggal bersamaku dapat membuat orang mengira keputusanmu dipengaruhi.'
'Orang sudah mengira pernikahan kita suap, skandal, dan konspirasi.'
'Aku tidak bertanya tentang orang.'
Alena memahami pertanyaannya. Jika ia pergi bersama Raka, ia harus melakukannya bukan karena kamera, kontrak, atau ketakutan ditinggalkan sendirian. Ia memikirkan kebohongan Raka, lalu keputusan lelaki itu membuka semua dokumen Bima, menyerahkan lencana, dan menerima audit atas dirinya.
'Saya ikut ke tempat yang dipilih Maya,' katanya. 'Sebagai mitra penyelidikan. Bukan karena saya menganggap Anda sudah bersih.'
'Itu lebih dari cukup.'
Mereka pindah ke apartemen sewa milik firma hukum dengan dua kamar dan tidak ada staf keluarga. Raka mengetuk sebelum masuk ruang kerja. Alena sedang menyusun daftar pertanyaan baru: buku pembelian, peran Bima, jalur Julian, dan alasan kode Reno dipakai kembali.
Sari mengirim citra terakhir dari lemari Bima. Di dalam sampul map resep terdapat lapisan kertas ganda yang luput pada pemeriksaan pertama. Ahli dokumen membukanya di depan kamera dan menemukan instruksi medis bertanggal malam VX-217.
Nama pasien ditulis lengkap: Araka Dirgantara. Diagnosis awal menyebut gegar otak dan disorientasi. Di bawahnya ada daftar sedatif, larangan berita, serta perintah memindahkan pasien sebelum polisi tiba. Tanda tangan Julian berada di kolom pelaksana. Tanda tangan Bima berada di kolom pemberi instruksi.
Alena memperbesar kalimat terakhir. Raka berdiri di sisi meja tanpa menyentuhnya. Ia membaca sekali, lalu menutup mata seolah tujuh belas tahun hidupnya baru saja bergeser beberapa sentimeter.
Alena tidak berkata bahwa semuanya akan baik. Ia hanya menyimpan citra, memeriksa hash, dan mengirim satu salinan kepada Maya.
Perintah medis Bima kepada Julian berbunyi, 'Buat Araka percaya ia mengalami kecelakaan motor.'