perjalanan karirku menjelajah panggung ke panggung di seluruh Indonesia, mulai kota-kota kecil dan kota-kota besar, suka duka tiap daearah berbeda-beda karena banyak keanek
CERITA MANGGUNG DI KOTA CIREBON
Cirebon yang terkenal dengan udang dan nasi jamblangnya, berasa ada yang kurang kalo pergi ke kota itu ga menikmati nasi jamblangnya, tapi karena seringnya bolak balik Cirebon, bosan juga kalo tiap minggu menikmatinya.
Memang setiap minggu aku bolak-balik ke Cirebon, bandku ngisi acara reguler di sana, setiap hari rabu malam kita manggung di Mithas Pub Hotel Apita Cirebon. Kita berangkat dari Bandung hari selasa siang abis dzuhur, kebetulan manajemenku punya mobil elf buat transfortasi anak-anak band ke luar kota, jadi kita berkumpul dulu di tempat manajemen, dan kita berangkat menggunakan mobil elf itu. Kadang kalau malemnya manggung, anak-anak ada yang nginep di studio, jadi persiapan kostum dah dibawa hari sebelumnya.
Kita berangkat 11 orang, 7 personil band, 2 crew 1 root manager, dan 1 driver, Perjalanan Bandung-Cirebon di tempuh kurang lebih 4 jam, karena seringnya kita bolak-balik ke sana jadi udah ga terasa lama, biasanya kita beristirahat di Sumedang, sambil nyantap tahu Sumedang dan kopi yang selalu hadir. Sepanjang perjalanan biasanya anak-anak bercanda terus, ga pernah ada yang tidur, selalu ada topik yang jadi bahan candaan. Salah satunya adalah patung macan di setiap kantor polisi, sepanjang perjalanan diri Bandung ke Cirebon kita banyak melewatinya, dan yang jadi candaannya adalah patung macannya ga ada yang menyerupai aslinya, kalau ga percaya perhatikan deh, kalo sekali waktu pembaca ada perjalanan ke Cirebon.
Biasanya kita sampai di cirebon kurang lebih jam 4 sore, kita langsung ke resepsionis mengambil kunci kamar, kita dapet 2 kamar standar, di cukup2in deh 2 kamar buat 11 orang. Setelah itu langsung menuju warung nasi yang ada di depan hotel, karena awal datang kita ga dapet jatah makan, selesai makan kita langsung ceksound, sebenernya ga perlu juga di situ ceksound, yang penting pasang alat-alat dan cek chanel mixernya aja, karena pasti malamnya penuh orang dan pasti perlu setting ulang lagi, cek sound pun ga lama paling cm 30 menit, setelah itu ada yang tidur, ada yang jalan-jalan,ada yang nongkrong di lobi.
Jadwal manggung kita jam 22.00, tapi jam 21.30 semua dah harus ada di Pub. Jam 20.00 anak-anak dah pada siap-siap ada yang mandi ada juga yang masih tidur, yang cewek-cewek sibuk make up. Setelah siap semua dengan kostum manggung yang kita punya masing-masing dan aksesoris-aksesorisnya, kita bersama-sama jalan ke Pub, lokasi Pub berada di samping hotel, parkiran dah lumayan ramai, tapi ada 2 kemungkinan, antara masuk karaoke dan masuk ke Pub, di pintu masuk kita di cek security, padahal dah tiap minggu kita ke situ, masih aja harus diperiksa.
Di dalam Pub dah ada beberapa tamu yang datang, kita langsung menuju ruangan tempat kita berkumpul di belakang panggung, sambil menunggu waktunya kita manggung, semua player mengecek alatnya masing-masing, takutnya ada masalah saat perform, kecuali vokal yang cuma menyiapkan teks lagu yang belum hafal. karena mix mereka dah di cek dan di siapkan oleh crew.
Tamu semakin ramai di dalam Pub, waktunya kita manggung pun dah mulai dekat, kita berkumpul dan berdoa untuk kelancaran perform kita. Setelah berdoa semua player naik ke panggung dan siap-siap dengan peralatan masing-masing. Tamu terus berdatangan, kita pun sudah siap untuk perform, jrenk intro musik mulai dimainkan dan semua konsentrasi dengan permainan alat mereka masing-masing, vokalis pun sudah standby dengan mix dan teks lagu.
Lagu demi lagu kita bawakan, aku lihat tamu terus berdatangan, tepuk tangan pun semakin ramai terdengar, ruangan mulai padat, sofa sudah terisi penuh dan meja-meja pun tinggal beberapa aja yang msh kosong. tamu yang berdiri yang memadati ruangan, kebanyakan pengunjung Mithas adalah anak-anak ABG dan komunitas. Mereka rata-rata sudah jadi member, jadi biasanya kalo sudah member free tiket masuk.
Sesi pertama selesai, kita break seasion selama 1 jam, biasanya anak-anak berbaur dengan dengan tamu-tamu reguler, banyak yang sudah kenal sama anak-anak jadi dah ga sungkan lagi becandan dan bergabung dengan mereka, banyak juga tamu-tamu dari luar kota Cirebon, mereka biasanya ada kerjaan beberapa hari dan biasanya kalo malam mereka jalan-jalan dan clubing. Tamu baru pun banyak yang memanggil kita, ingin berkenalan dan ingin request lagu, kadang kita di ajak makan selesai kita manggung. Break sesi waktu yang di senangi anak-anak, karena pada saat itu biasanya Pub full, anak-anak berpencar di dalam Pub, semua sibuk dengan tamunya masing-masing, jalan di dalam Pub seperti di pasar kaget, susah buat melangkah. Break seasion di isi dengan musik DJ, jadi ga ada kekosongan band selesai langsung DJ, seasion ke 2 band pun sama, dari DJ langsung nyambung dengan band, ga ada jeda musik. Dance floor full banget, sama tamu-tamu yang enjoy menikmati musik DJ, mereka seperti terhipnotis oleh DJ, banyak cewek-cewek yang turun ke dance floor, mereka ga peduli ma siapapun, ga ada rasa malu, tapi ada sesuatu yang bikin ketawa kalo mereka ngobrol pakai bahasa cerbon ( orang Cirebon manggil kotanya seperti itu ), bahasanya lucu kalau menurutku, antara bahasa sunda kasar dan jawa kasar, agak aneh dan lucu aja denger mereka ngomong.
Setelah keliling di Pub, ketemu dengan para pengungjung, anak-anak mulai berkumpul lagi di belakang panggung, seasion dua udah mau mulai, semua bersiap, termasuk crew mengecek semua peralatan di atas panggung. Pub udah riuh banget, pengunjung padat banget. Avita Pub memang besar banget tempatnya, kurang lebih satu lapangan bola, dan di bagian belakang dua tingkat.
Para pengunjung sudah enjoy baget di dalam Pub, terhipnotis alunan musik-musik DJ yang semakin malam semakin kencang temponya, gerak tubuh pengunjung pun semakin kencang dan banyak yang sudah lupa diri wkwkwkwkw, jadi band harus ikut tempo kencang (party) untuk nyambung pergantian DJ ke band. Memang susunan lagu sudah di buat sebelumnya, sesi satu lagu-lagu slow, middle, seasiam dua memang sudah di buat last lagu-lagu party, tapi kalo sekiranya ga cocok buat di mainkan pasti ada pergantian di panggung.
Kita mulai main seasion dua dengan lagu awal yang sangat familiar dan tempo kencang, hampir mengikuti tempo DJ, pengunjung pun tetap enjoy dengan band, bedanya kalo sesi DJ lighting panggung mati jadi remang-remang, kalo band main hampir semua lighting panggung nyala, jadi agak-agak jaim dan agak rapih di dance floornya. tapi band terus memainkan lagu-lagu party dengan tempo kencang, pengunjung pun terlena dan kembali lupa diri.
Tengah-tengah sesi dua kita selipkan lagu slow yang semua hafal dan bisa nyanyi bareng, sambil mereka istirahat dan vokalis pun mengajak pengunjung untuk minum dan nyanyi bareng. Semua mengangkat gelas dan minum bareng, dan kita kasih lagu kangen dari Dewa 19, setelah minum, tepuk tangan terdengar riuh karena pengunjung tau semua lagu itu, ada yang memeluk pasangannya juga, di bagian reff lagu, semua ikut nyanyi dan musik bermain pelan, jadi hanya suara pengunjung yang terdengar.
Tepuk tangan yang sangat ramai sekali terdengar setelah lagu kangen selesai, dan kita panaskan lagi suasana dengan lagu-lagu party, semakin panas suasana mendekati closing, di dance floor tetap padat yang menikmati partynya, kita habiskan seasion dua dengan lagu-lagu party tanpa jeda, sampai di lagu terakhir kita pamit dan mengucapkan terima kasih kepada para tamu yang telah hadir dan selesai lah kita manggung.
Crew dah menyiapkan softcare alat-alat kita, di samping panggung dan hanya beberapa menit saja alat sudah selesai di bereskan, anak-anak masih sibuk dengan tamunya masing-masing, entah di sebelah mana posisi mereka, sebagian ada yang langsung ke kamar istirahat. Kita selesai manggung jam 2.00, lanjut makan di hotel, dan berkemas untuk kembali ke Bandung, tapi anak-anak sering telat karena kalau sudah sama tamu biasanya pada lupa waktu.
Anak-anak sudah berkumpul dan semua sudah siap berangkat ke Bandung, jam 3.30 kita baru berangkat, biasanya perjalanan pulang anak-anak tertidur pulas, driver dah cukup istirahat saat kita manggung. sampai Bandung pun anak-anak masih pulas, dan biasanya lanjut tidur di studio. Itulah cerita perjalananku ke kota Cirebon, cerita kota-kota lainnya akan aku ceritakan di artikel berikutnya.