Marry menarik napas lelah. "Ku rasa ayah ada benarnya, Leon." Lalu menatap Leon lekat. "Bubarkan RDG, dan hiduplah dengan normal."
Leon tidak menanggapi. Ia sedang malas menanggapi sang kakak. Lagipula ia tahu kemana arah pembicaraan menjengkelkan ini akan berakhir.
"Mungkin dulu ayah memang sekejam itu, Leon. Tapi dia pasti sudah bertaubat meskipun terlambat. Aku berkata begini karena aku juga sudah menjadi orang tua, jadi aku paham apa yang ayah rasakan," lanjut Marry lagi. "
Leon masih bungkam.
"Kau percaya, segala sesuatu pasti memiliki akhir, kan? RDG sudah ada sejak jaman buyut kita hidup. Organisasi sialan itu sudah saatnya mendekati akhir, jangan kau perpanjang usia berdirinya." Marry berkata pelan. "Apa kau tidak memikirkan bagaimana kecewanya Sky dan Rain jika tahu paman kesa