Adnan pergi ke kamar adiknya, Zahra sebelum tidur. Pintu kamar dengan hiasan menggantung berwarna merah muda dengan bentuk hati itu langsung dibuka setelah ia mengetuk.
“Ada apa, Kak?” tanya Zahra dengan wajah juteknya. Ia memang malas berbicara dengan sang kakak sejak kejadian malam itu.
“Boleh Kakak masuk?”
“Mau bicara apa? Bilang saja di sini,” ketus Zahra.
Adnan lantas mencubit kedua pipi adiknya dengan gemas, lalu menyelonong masuk ke kamar remaja SMA itu. Suasana merah muda langsung terasa begitu Adnan memasuki kamar adik satu-satunya yang memang menggilai warna tersebut. Adnan lantas duduk di tepi kasur dan meminta adiknya duduk di sebelahnya dengan menepuk-nepuk pinggiran kasur.
Dengan raut wajah tak bersahabat, Zahra duduk di tepi kasur dengan jarak satu meter dari sang ka