Bagian I: Perjalanan Fajar Menuju Pusat Keramaian.
Suara derit roda gerobak kayu yang bergesekan dengan jalanan berbatu memecah keheningan fajar di lereng utara Teluk Bandar Hitam. Udara pagi terasa menggigit kulit, menyelimuti rombongan kecil yang bergerak merayap di bawah rimba pepohonan bakau tua. Banyu memimpin di depan, bahunya yang lebar menahan tali penarik gerobak kayu bermuatan sepuluh gentong gerabah tebal. Di sampingnya, Gendis dan Kirana berjalan penuh kewaspadaan, sementara Nahoda Sani beserta belasan pemuda desa menjaga bagian belakang dengan dayung kayu dan pisau pemotong ikan yang terselip di pinggang.
Gentong-gentong gerabah itu dilapisi daun pisang basah dan diikat rapat menggunakan serat jerami. Di dalamnya tersimpan hasil kerja keras seluruh ibu dari aliansi lima kamp