Bagian I: Lembar-Lembar Kain Blacu.
Fajar merambat pelan di atas cakrawala Karang Laut, membiaskan rona merah keemasan pada permukaan air yang tenang. Di sudut dapur utama Warung Bara & Garam, Aruna duduk di meja kayu jati tua. Jemari tangannya yang halus namun berurat tegas memegang kuas bambu, mencelupkannya ke dalam mangkuk getah kayu dan jelutong rempah alami. Di atas lembaran kain blacu basah, ia mencatat setiap petunjuk rasa, waktu panen garam, dan rahasia takaran rempah yang selama belasan tahun disimpan dalam ingatannya. Ini bukan sekadar buku resep, melainkan manuskrip perjalanan jiwa—rekam jejak tentang bagaimana ketangguhan seorang perempuan mampu menyembuhkan luka dan membangun rumah bagi banyak orang.
Gendis melangkah mendekat tanpa suara, membawa secangkir seduhan daun pan