Setengah jam berlalu. Bambang masih menggerakkan mulutnya untuk mengulangi kalimat yang sejak tadi dia hafalkan. Lagi nungguin komandan Abu bertemu sama bos Rangga. Kalimat itu terus dia gumamkan berkali-kali sambil sorot kedua matanya tertuju pada sebuah mobil bak terbuka berwarna merah yang berada dalam barisan mobil mewah di dalam area parkiran di depan gedung.
Seorang satpam yang sebelumnya sudah mendatangi Bambang dan Anton di depan gedung sedang berada dalam bangunan kecil dengan sebuah jendela persegi tanpa kaca. Kepalanya tidak sengaja menoleh ke arah bagian depan gedung, tepat pada pintu utama gedung dan kembali mendapati Bambang yang masih duduk di depan pintu utama gedung dengan kedua kaki menapak pada baris kedua dari puncak anak tangga.
"Kok Mas yang itu masih ada di sana?"