Sebuah jam bundar yang menempel pada dinding dalam ruangan berpendingin itu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas, menjelang tengah hari. Suara detakan jarum jam yang berdetik membuat suasana dalam ruangan tersebut semakin terasa sunyi.
Bambang mengalihkan tatapannya dari jam dinding, menundukkan kepalanya, beralih menatap layar pada handphone yang dipegangnya dengan tangan kiri. Ia terdiam, dan terpaku pada layar handphone tersebut—membaca pesan-pesan masuk yang diceritakan Lala tadi malam. Lipatan di antara kedua keningnya hilang dan timbul saat kedua matanya membaca pesan-pesan dalam handphone yang dipegangnya.
"Ternyata yang diceritain Lala tadi malam benar," gumam Bambang pelan. Wajah murung Lala membayangi sepenjuru penglihatannya, membuat rahangnya mengencang seiring gigi dalam