Pov Dalari
Selesai mencuci piring, aku segera menyusul ketiga sahabatku, menuju lantai atas rumahnya Nasrul.
"Kerajinan amat sih! Pakai nyuci piring segala. padahal biarin saja, Soalnya Ibu juga nggak pernah mencuci!" ungkap Nasrul setelah melihat kedatanganku.
"Ya nggak enak lah! kalau harus merepotkan orang lain, Lagian piring itu bukan bekas makan orang lain. Jadi wajar dong kalau aku membersihkannya sendiri." jawabku sambil tersenyum, lalu duduk di kasur yang berada di kamar yang cukup luas.
Kamar bercat putih, dilengkapi kasur yang begitu empuk, dan di depannya ada sebuah TV, sebagai hiburan, jadi ketika mereka hendak menontonnya tidak harus keluar ruangan.
Mungkin beginilah kehidupan orang kaya, TV yang sangat langka itu, berada di setiap kamar rumahnya! sedangkan di rumahk