Piv Dalari
"Maafkan Aa, Neng!" Jawab kang Bayu sambil melirik ke arah istrinya dengan sudut mata.
"Kenapa Aa, Kenapa Aa?" tanya teh Isma seolah tidak puas dengan jawaban yang diberikan oleh Kang Bayu, padahal namanya takdir tidak bisa dipungkiri.
"Bayu, kamu kemanakan harta para warga, yang kamu curi?" tanya Pak RT memulai interogasi.
"Masih ada Pak, saya cuma pakai untuk kebutuhan saya sehari-hari, dan membeli rumah di Kampung Sebelah, dan rumahnya pun masih ada. Sekarang tolong lepaskan saya. Saya berjanji sisanya nanti saya akan kembalikan, dengan cara menyicil. ucap kang Bayu memohon.
"Enak saja! kalau kesalahan bisa bebas dengan minta maaf, Semua orang pasti akan terus melakukan kejahatan." Celetuk Seorang warga yang tidak setuju, kalau Kang Bayu dibebaskan.
"Tolong kembal