Pov dalari
"Bukannya itu Dadun?" Ungkap Nawir yang terus memperhatikan ke arah Fatimah.
"Iya bener, itu Dadun." jawab Heru membenarkan.
"Wah, sainganmu berat dal! orang semisterius itu susah ditebak!" jelas Nawir sambil memicingkan mata ke arahku.
"Maksudnya?" tanyaku sambil mengerinyitkan dahi, tidak mengerti apa dengan yang Nawir ucapkan.
"Ya, saingan mendapatkan hatinya Fatimah!" jawab Nawir sambil terkekeh, membuatku menghembuskan napas dengan kasar.
Fatimah pun berpisah, karena mereka beda kelas. Dadun yang berada di kelas 3. sedangkan Fatimah yang berada di kelas 2. ruang kelas 3, sama ruang kelas 2. itu bangunannya terpisah.
Setelah berpisah dengan Dadun. Fatimah terus berjalan menuju ruang kelasnya, yang satu bangnan dengan kelasku. namun ketika menoleh ke arah dimana