Arsya menoleh ketika melihat Dede mendekat ke mobil abangnya. Tatapannya sekilas saja, lalu berhenti di Dede.
"Kok pulang sama Abang?" tanya Arsya ke Dede, nadanya datar.
"Iya," jawab Dede singkat.
Tidak ada penjelasan tambahan. Dede merasa memang tidak perlu menjelaskan apa - apa. Mereka toh tidak sedang berjanji pulang sama -sama, hidup masing - masing, juga jalan sendiri - sendiri.
Arman sudah duduk di balik kemudi. Dede di depan dan Tanti masuk ke jok belakang. Pintu mobil tertutup, mesin sudah menyala dari tadi da dingin, tapi Arman belum langsung jalan.
Beberapa detik kemudian, Sandra keluar dari gerbang sekolah. Ia langsung melihat ke arah mobil Arsya, lalu matanya menangkap pemandangan yang membuat alisnya terangkat sedikit. Dede dan Tanti sudah duduk rapi di dalam mobil Arma