Tanti menoleh sekilas, lalu senyum kecil muncul di sudut bibirnya.
Satu gambar akhirnya terbuka.
Dede langsung tahu. Itu foto dirinya, Arsya, dan Arman diambil secara candid dari belakang, sangat jelas dan tidak blur.
"Dari Lia lagi?" tanya Dede, nadanya datar.
Tanti mengangguk.
"Aku yakin yang kau mau ceritakan tadi di sekolah tuh ini kan?"
Dede mendengus.
"Enggak. Nggak perlu kuceritakan kalau itu, nggak penting."
Tanti menaikkan alis.
"Terserah lah kau mau bilang nggak penting. Tapi buat si Sandra, penting ini. Soalnya kalau nggak penting, nggak mungkin di fotonya klean dari belakang. Dalam rangka apa klean pigi bertiga kemarin?"
"Cuma nonton sama makan sebentar," jawab Dede pelan.
"Kan … nggak kau ceritakan sama aku. Ih, males kali lah!" rajuk Tanti.
"Nggak kuceritakan pun