Mereka makan sambil ngobrol soal film yang baru ditonton, soal sekolah, soal hal - hal remeh. Arsya yang beberapa waktu terakhir selalu terlihat kaku di dekat Dede, sore ini ikut tertawa. Tawa yang lepas, seperti dulu. Sesekali ia melempar komentar usil, dan Dede membalas tanpa canggung.
Setelah semua mangkuk kosong dan piring bersih, mereka berdiri dan keluar dari restoran. Mall masih ramai, tapi suasananya mulai lebih santai.
Arman mengeluarkan ponsel.
"Aku telepon bang ucok dulu," ucapnya sambil menyebut nama sopir Papanya.
Ia berjalan sedikit menjauh sambil menelepon. Arsya dan Dede berjalan pelan di depan.
"Eh sebentar dulu, ya" kata Dede tiba - tiba. "Nanti kita mampir dulu kesana, ya. Aku mau lihat jedai dulu sebentar," ucap Dede.
"Jedai?" Arsya menoleh.
"Iya, di situ," tunju