Dede diam.
"Ada apa di kantin seminggu?" tanya Tama heran.
"Katanya Mamakku nggak mau ngasih jajan seminggu ke depan," kata Tanti santai. "Jadi aku sudah deal sama Dede. Dia yang traktir."
"Oh ya?" Tama menoleh ke Dede sebentar.
"Jangan percaya-percaya kali," sahut Dede. "Dia memerasku."
Tanti langsung tertawa ngakak.
"Tanti! Kok ketawa kau kayak orang kesurupan!" protes Dede.
"Bukan kesurupan aku," balas Tanti. "Kesetanan!"
Tama ikut tertawa kecil. Dede akhirnya ikut tersenyum, meski masih kesal. Bukan ceritanya yang lucu tapi mereka tertular tawanya Tanti yang katanya kesetanan itu.
Mereka sampai di ruko Sinar. Tanti turun dengan ocehannya.
"Makasih ya Bang. Titip dulu kawanku ini. Jangan dibawa lari, makannya banyak kali."
"Ribut kali moncongmu, itu" teriak Dede. "Turunlah c