"Ya sudahlah, kakak ambilkan minum mas Arsya dulu, eh mau sekalian makan siang nggak, Mas?"
"Boleh lah kak ... asal jangan ngerepotin aja."
"Apa pula repot, biar Dede ada kawannya makan, papa mamanya lagi pigi acara soalnya."
Sampai disini Arsya menang banyak. Posisinya diatas angin dan membuat Dede tidak berdaya, tidak bisa menghindar dan berkata - kata lagi.
Mereka duduk di ruang tengah dengan TV yang baru dinyalakan Arsya.
Ia duduk santai seperti sedang tidak ada masalah apapun di antara mereka.
Kak Suja mengantarkan minuman Arsya, mungkin Kak Tiar sedang sibuk membuat masakan untuk makan siang.
"Makasih ya Kak," kata Arsya.
"Iya, sama - sama. Minum dulu mas."
Arsya langsung meraih gelas yang berisi es teh favoritnya, dan meneguknya. Setelah itu ia melihat ke arah Dede.
"Kamu