Dede.
Arsya langsung menarik napas panjang. Perasaannya tidak enak sejak Dede tidak ada di restoran tadi. Uang seratus ribu di dompetnya juga terasa seperti benda asing.
Sampai di rumah ia langsung ke kamar, mumpung orang -orang semua sedang di kamar karena masuk maghrib.
Di kamar, setelah mandi dan salat maghrib, Arsya duduk di tepi ranjang. Lampu kamar menyala terang. Jam dinding menunjukkan pukul pukul tujuh kurang.
Ia mengambil ponselnya dan mencari kontak Dede.
Ia menekan tombol panggil.
Nada sambung.
Lama.
Tidak diangkat.
Arsya menghela napas, lalu mencoba lagi dan hasilnya sama saja.
"Kenapa sih, De," gumamnya.
Ia menunggu sebentar, lalu membuka kontak lain.
Tante Indah.
Tidak mungkin Tante Indah tidak tahu keberadaan anaknya sendiri. Setelah kak Tiar tidak mengabariny