Mereka akhirnya duduk bertiga di satu meja. Baru beberapa menit makanan pesanan mereka datang, tiba - tiba seorang pria dewasa berteriak memanggil Arsya..
"Eh, Arsya," panggilnya.
Arsya spontan menoleh ke arah meja orang yang memanggilnya tadi.
"Coach?"
Ternyata itu pelatih basket lamanya di klub.
Arsya berdiri lalu menghampiri coachnya itu. Mereka tertawa, berjabat tangan, lalu coach itu mengajak Arsya duduk di mejanya sebentar.
Arsya balik lagi ke mejanya sebentar untuk pamit.
"Aku duduk dulu di sana bentar ya," kata Arsya ke Dede dan Sandra. "Sebentar aja."
Dede hanya mengangguk.
Begitu Arsya menjauh, Dede langsung melanjutkan makannya yang tinggal sedikit lagi. Dalam hati dia mengumpat.
"Kenapa pula aku harus ditinggal berdua sama dia," batinnya kesal. Dia tidak benci Sandr