"Ih .. jangan nyambung ke sana - sana lah, aku lagi ngomongin kita."
"Yang mulai siapa?"
Mama Ana nyengir dan memilih tak melanjutkan, seperti gali lobang sendiri soalnya.
Setelah seluruh nama selesai dipanggil, para wisudawan berdiri bersama untuk prosesi pemindahan tassel.
"Three … two … one …"
Serempak tassel dipindahkan ke sisi kiri. Tepuk tangan membahana memenuhi aula. Beberapa mahasiswa langsung berpelukan. Ada yang tertawa lega, ada yang menangis haru.
Arsya berdiri sejenak, menarik napas panjang. Selesai. Gelar Bachelor of Science resmi ia sandang.
Begitu prosesi berakhir, para wisudawan diarahkan keluar melalui pintu samping menuju halaman kampus. Di luar, keluarga sudah berjejer menunggu.
Dede yang paling dulu melihat Arsya keluar dari gedung.
"Itu dia!" serunya sambil