Beberapa detik mereka hanya diam, menikmati hangat tubuh satu sama lain di tengah udara dingin Cameron Highlands.
Arman menoleh sedikit. Hidungnya hampir menyentuh rambut Tanti. "Harummu beda."
"Beda bagaimana?"
"Bikin susah fokus."
Tanti terkekeh pelan. "Ih kok sekarang pintar kali ngegombal."
"Mana aku ngegombal, nggak pande aku, ini betulan yaang kubilang tadi."
Suaranya terdengar lebih lembut dari biasanya.
Arman mengangkat dagu Tanti dengan ujung jarinya, pelan sekali. Tatapan mereka bertemu. Kali ini tidak ada candaan. Hanya jarak yang semakin tipis.
"Aku boleh, nggak?" bisik Arman.
Tanti tidak menjawab dengan kata - kata. Ia hanya menatap balik, napasnya terasa lebih berat. Jarak di antara mereka menyempit perlahan sampai akhirnya bibir mereka bersentuhan dalam ciuman yang