Arman sudah mulai tersenyum, seolah tahu ke mana arah cerita ini.
"Pas sampai di rumahnya ..." Dede berhenti sejenak, menahan tawa.
"Kau tahu aku lihat apa?"
"Apa?" tanya Tanti penasaran.
"Aku lihat kembaran Bang Arman itu lagi main PlayStation. Duduk santai, teriak - teriak kesenangan karena menang. Nggak ada muka orang sakit sama sekali."
"Yang betul kau?" tanya Tanti kaget, Ia tidak menyangka Arsya tertangkap basah oleh Dede.
"Nggak bohong Aku, kau tanya aja sendiri sama dia kalau nggak percaya."
"Dasar bodoh kali si Arsya itu," kata Arman sambil menggeleng.
"Untung juga dia bodoh soal itu, Bang. Kalau dia pintar, sudah tertipu terus aku seharian ini," sahut Dede.
Tanti makin penasaran. "Terus - terus?"
Dede melanjutkan, menceritakan bagaimana ia sempat kesal, lalu Tante Ana s