"Ya nggak salah apa -apa, cuma takutnya kamu emosi kalo ada komentar."
Dede hanya tergelak kecil.
"Yang nggak lah, kalau dulu aku emosi karena dituduh. Kalau sekarang memangnya mereka mau nuduh aku apa? Aku nggak ngambil pacar orang kok."
"Baguslah kalau gitu. Berarti kamu sudah betul-betul siap reuni. "
Mobil akhirnya memasuki kompleks rumah Dede. Arsya memperlambat laju mobil dan berhenti tepat di depan pagar. Lampu rumah Dede tentu saja sudah menyala semua. Mobil papa dan Mamanya juga ada.
"Mau turun nggak?"
"Aku turun nganterin kamu sampai masuk aja ya habis itu aku langsung pulang."
"Ya nggak usah turun lah kalau gitu."
"Kenapa memangnya?"
"Terus aku tanya ngapain kamu turun sampai di teras terus balik lagi ke mobil?"
"Ya kan meyakinkan kamu sudah masuk rumah."
"Terus nanti