Mama Ana tersenyum. "Iya dong, kalo sudah ada kepastiannya, mama langsung pesan tiket dan ngurus visa."
Papa Kana terkekeh pelan. "Mama kamu ini lebih siap dari panitia kampusmu itu."
Mama Ana dan Arsya tertawa.
Percakapan lalu melebar. Mereka membahas tiket pesawat, kemungkinan transit, cuaca di Inggris bulan Desember, sampai pakaian apa yang cocok dipakai. Mama Ana mulai membayangkan mantel dan sepatu yang nyaman. Papa Kana menghitung durasi penerbangan sambil mengingat - ingat pengalaman terakhirnya ke Eropa dan ingin mencoba maskapai yang lain yang tentu saja transit di negara lain.
Di sela semua itu, ada perasaan yang sama di antara mereka. Waktu berjalan cepat. Anak - anak mereka tumbuh tanpa terasa. Kesempatan berkumpul tidak selalu datang dua kali. Maka ketika ada alasan untuk