Arsya mendekat lagi. Kali ini lebih pelan. Ia berdiri tepat di belakang Dede.
"Jujur aja," bisiknya pelan di dekat telinga Dede, "kamu kangen nggak?"
Dede menelan ludah. Suara Arsya yang tiba-tiba lembut membuatnya sedikit gemetar.
"Ya ... biasa aja," jawabnya pelan, masih gengsi. Padahal setiap menelpon selalu bilang kangen sama Arsya masa pas ketemu bilang 'biasa aja', kan bohong.
Arsya tertawa kecil. "Biasa aja tapi mukanya bersinar gitu? Matahari aja kalah sinarnya "
Dede membalikkan badannya cepat dan menatapnya tajam. "Kamu memang ya..."
" Emangnya aku kenapa?" tanya Arsya dengan nada Jenaka, ia masih menggoda Dede.
Dede memukul lengannya pelan. "Jangan ngejek aku!"
Arsya justru semakin gemas melihat reaksi itu. Ia mengangkat dagu Dede dengan lembut agar mereka saling menatap