"Mas ... Mau makan sop buntut nggak?"
"Wah mau lah, bang ... enak kali kedengerannya."
Shaka pun langsung memesan sop buntut untuk mereka bertiga setelah itu Yuni keluar .
"Sudah jauh - jauh ke Manchester, masih kental kali logat Medan mu itu ," kata Uncle Demian yang berusaha menirukan logat Arsya.
"Itu sudah trademark, uncle."
"Mas Arya sama Aksa ntar kayak gini kali ya, Ka ... Kayak abang sama mas Arsya."
"Lo pilih mau kayak siapa, Mas Arsya ini playboy Medan, beda sama Arman."
"Apa sih bang, udah insaf aku ... nggak ada lagi main cewek, satu aja," bantah Arsya dan membuat Shaka tertawa.
"Emang berapa koleksi ceweknya, Mas?" tanya Demian.
"Itu dulu uncle .... udah lama kali itu waktu smp dan sma, sekarang satu aja," kata Arsya tetap ngotot tidak mau dianggap Playboy .
"Wah kal