Enam bulan lagi wisuda. Setelah itu S2 atau langsung bisnis. Dan di sela - sela itu, ada Dede yang masih harus menyelesaikan kuliahnya.
Arsya tersenyum pelan. Dunia kerja semakin dekat, tanggung jawab semakin besar, tetapi malam itu ia merasa tenang. Ia tidak sendirian. Ada keluarga yang mendukung, ada rencana yang mulai tersusun, dan ada masa depan yang perlahan membuka jalannya di hadapannya.
Tidak berapa lama kemudian, Arman keluar dari kamar dengan rambut masih setengah basah. Uap hangat dari kamar mandi masih terasa samar di belakangnya. Ia mengenakan kaus oblong abu - abu dan celana pendek hitam, tampak santai tetapi segar setelah mandi.
Arman menyusul Arsya ke balkon, Arsya sedang duduk santai. Ia bersandar di kursi rotan, memandangi langit Jakarta yang tidak benar - benar gelap