Dede tertawa kecil mendengar gaya dramatis sahabatnya. "Kau ini lebay kali."
"Aku serius, De. Rasanya aku pengin kali ketemu mereka. Udah lama nggak ketawa sama - sama. Selama ini cuma lihat story i********: aja."
Dede terdiam sejenak. Ia bisa merasakan kerinduan itu. Masa SMA mereka bukan sekadar sekolah, itu masa penuh tawa, gosip, dan air mata buatnya.
"Tapi kau jangan sampai ribut besar sama abang cuma gara - gara ini," kata Dede akhirnya. "Pelan - pelan aja ngomongnya. Cuma sepele lho ini."
"Hmm." Tanti mendesah. "Kadang aku capek juga, De. Apa - apa dilarang. Padahal ini cuma ketemu kawan lama."
"Mungkin dia khawatir aja."
"Khawatir apa? Aku bukan anak kecil."
Dede tersenyum tipis. "Iya, tapi di mata dia mungkin kau tetap anak kecil."
Di seberang sana, Tanti terdiam. Wajahny