"Ini nekat atau berani sih, sebenarnya?" gumamnya pelan pada diri sendiri.
Waktu boarding semakin dekat. Ia menggenggam ponselnya, menahan diri untuk tidak memberi tahu Arman.
Kejutan harus tetap kejutan.
Dan di sinilah Tanti duduk menjelang keberangkatan siang itu, dengan perasaan campur aduk, menunggu panggilan naik pesawat tanpa tahu bahwa perjalanan singkat tersebut mungkin saja akan mengubah banyak hal. Atau, jika ia beruntung, hanya menjadi kejutan manis yang membuat Arman tersenyum lebar saat melihatnya berdiri di hadapan.
---
Arman baru saja keluar dari ruang kuliahnya ketika jam dinding di lorong menunjukkan pukul tiga sore. Kelas yang diikutinya dimulai selepas salat Jumat tadi, dan berlangsung cukup intens. Beberapa kali dosen melempar pertanyaan yang membuat suasana kelas