"Ini nggak akan nambah beban pikiran kamu," janji Dede.
"Betul ya ini?"
"Iya."
"Okelah. Kamu mau cerita apa soal Tama?"
Disuruh bercerita, Dede malah diam. Bukan lama, hanya beberapa detik. Ia sedang menyusun kalimat yang tidak membuatnya terdengar konyol.
"Aku sebenarnya nggak pernah pacaran sama Bang Tama itu."
Singkat, cepat, dan to the point.
Arsya mengulang pelan, seperti memastikan ia tidak salah dengar.
"Aku sebenarnya nggak pernah pacaran sama Bang Tama itu? ... nggak pernah pacaran sama Bang Tama itu?"
"Maksudnya kayak mana?"
"Aku waktu itu kesal kali sama kamu dan Sandra. Di saat Sandra bilang kalau aku nggak boleh terlalu mengandalkan kamu, apa - apa Arsya, apa - apa Arsya. Sementara kamu datang ngotot nggak mau dilarang. Jadi aku bilang aja kalau pacarku nggak senang