"Jangan kan kau, aku pun bingung kek mana menjelaskannya."
"Nah kan ... Jadi memang sudah baguslah kalo aku bilang jodoh itu tadi. Tapi ku bilang sama kau ya, De, kau harus tetap ngomong sama Arsya, abis itu saranku cuma satu ... banyak - banyak sabar kau, ya."
"Kenapa memangnya?"
"Pasti abis kau diejeknya."
"O berani dia ngejek aku rupanya?" tanya Dede dengan suara sedikit meninggi.
"Mungkin nggak sekarang, tapi besok - besok dia pasti ngejek kau soal itu."
"Biarkan aja lah ... itu kan juga gara - gara dia makanya aku ngaku - ngaku pacaran sama bang Tama!"
Tanti masih terkekeh.
"Ya udahlah, mau kayak apapun kau tetap harus ngomong soal itu."
Dede terdiam sejenak. Wajahnya melembut. "Nanti lah aku bilang sama Arsya, biar nggak salah paham dia."
"Dia kan memang salah paham terus.