"Pingin loh aku ke sana."
Belum sempat Arman menanggapi, Arsya langsung menyela.
"Nggak usah," katanya. "Kumat nanti sinusmu itu."
Dede memutar badan sedikit ke arahnya. "Nggak lah. Aku waktu ke Korea dua tahun lalu kuat, kok. Aman - aman aja...sampe minus sebelas waktu itu."
"Di sana minus dua puluh," balas Arsya tanpa menoleh. "Kadang lebih sampe tiga puluh. Jangan cari gara - gara."
"Ya jangan pas minus segitu lah aku kesananya."
"Mana ada, tapi kan mau pigi pas liburan semester, ya pasti segitulah."
Dede cemberut. Ekspresinya jelas, tanpa ditutup - tutupi. Ia lalu menoleh ke Arman.
"Nggak jadi lah, Bang."
Arman tertawa kecil. "Yaudah kita ke Jakarta aja kalo gitu."
"Paling gitu," kata Dede.
"Hm."
Arsya hanya menoleh sekilas, lalu kembali diam. Tidak berkomentar, tidak menim