Dede menoleh. "Aku juga dengar itu."
"Tapi kayaknya sekarang aku harus tarik lagi ucapanku itu."
Dede mengernyit. "Kenapa?"
Arsya tersenyum pelan. Senyum yang tidak terlalu lebar, tapi jelas penuh makna.
"Ya nggak mungkin lah aku liburan tanpa pacarku."
Dede spontan tertawa kecil. "Alasanmu receh kali."
"Bukan receh. Realistis."
Ia melanjutkan, "Kalau kamu yang ke sana rasanya sudah sulit ya. Aku pikir nasib kita nanti sama kayak Abang dan Tanti. LDR panjang dan susah mau liburan berdua aja."
Dede mengangguk pelan. Ia tahu bagaimana Arman dan Tanti mengatur waktu bertemu. Tidak mudah. Tapi jarak mereka masih terhitung dekat dibanding ia dan Arsya.
"Jadi aku aja lah yang pulang," kata Arsya santai. "Kecuali kamu bisa ajak seseorang ke UK juga. Biar kita nggak cuma berdua liburan di