Pagi itu Dede bangun dengan perasaan yang masih sama seperti semalam, ringan, hangat, dan anehnya membuatnya ingin senyum sendiri tanpa sebab.
Begitu membuka mata, refleks pertama yang ia lakukan adalah meraih ponsel di samping bantalnya.
Ada pesan dari Arsya.
Arsya
Bangun, pacarku.
Dede langsung menutup wajahnya dengan selimut.
"Ih geli kali, sih, aku …" gumamnya sendiri, tapi sudut bibirnya naik juga.
Dede
Jangan biasakan manggil gitu. Malas ih aku.
Arsya
Kenapa? Salah ya manggil pacar sendiri?
Dede menatap layar beberapa detik, jantungnya tetap berdegup lebih cepat dari biasanya.
Dede
Nggak salah. Cuma aneh aja rasanya.
Arsya
Biasakan. Aku juga lagi biasakan diri.
Dede membaca kalimat itu pelan - pelan. Ada sesuatu yang berbeda dari cara Arsya berbicara sekarang. Tidak l