"Dia tadi sempat bilang mau ngulang liburan kami."
"Berani kali dia ngomong begitu sekarang."
"Kenapa rupanya?"
"Karena kalau sudah resmi pacaran, pengawasan naik dua kali lipat! Aku kasih tahu ke kau ya. Kalau kemarin klian boleh pergi berdua karena nggak ada apa - apa, tapi kalau sudah ketahuan pacaran kayak gini, sama lah nasibmu kayak aku kemarin. Harus cari setan dulu."
Dede langsung duduk tegak.
"Ya sudah kau aja yang jadi setannya."
"Pasti Bang Arman ikut. Mana mungkin aku jadi setan sendirian."
Mereka tertawa lagi, kali ini lebih lepas.
"Tapi kenapa nggak boleh ya, padahal pergi ya tinggal pergi aja, nggak ngapa - ngapain juga," kata Dede sambil mengayun - ayunkan kakinya.
"Ya ngapa - ngapain lah, masa nggak?" jawab Tanti cepat. Dede langsung melotot walau tidak terliha.