Dede duduk di tepi extra bed, hanya berniat merebahkan badan sebentar. Ponselnya ia letakkan di samping bantal. Tanpa sadar, matanya terpejam bahkan sebelum tubuhnya benar - benar rebah sempurna. Napasnya menjadi teratur, wajahnya tampak sangat lelah, jauh dari ekspresi senang yang sempat ia tunjukkan sepanjang perjalanan hari ini.
Di layar ponselnya, beberapa notifikasi masuk silih berganti sejak siang tadi. Salah satunya dari Tanti. Video call yang tak terjawab. Pesan yang tak sempat dibaca. Namun Dede sudah terlelap, terbenam dalam tidur yang dalam dan berat, seolah tubuhnya menagih semua jam istirahat yang tertunda.
Di kamar lain, Arsya juga mengalami kelelahan, meski tidak sedalam rombongan yang baru tiba.
Ia masuk ke kamar papa maanya juga. Extra bed sudah tersedia untuknya juga,