Dan yang lebih penting, Arsya jelas bukan orang yang membuka rahasia Valen ke mama Indah.
Sementara itu, di sisi lain dunia, Arsya kembali menatap layar ponselnya. Nama Dede masih ada di sana, diam, tak tersentuh.
"Dia kenapa ya? Apa dia jadi ribut sama Valen gara - gara terorku kemaren?," gumamnya pelan.
Arsya mengusap - usap dagunya.
"Makanya dia nggak mau terima telponku hari ini ... hmm .. oke, De, kalo gitu kita langsung ketemu disini aja lah ya nanti, repot aku neror - neror itu, kata Tanti klian pasti putus juga."
Arsya tidak tahu bahwa malam ini, tanpa sengaja, namanya sempat menjadi tersangka di hati orang yang paling ia jaga.
----
Pagi di Kuala Lumpur terasa lembap meski matahari belum sepenuhnya naik. Tanti sudah bangun sejak satu jam lalu, tapi baru sekarang ia benar - b