"Capek," jawab Arman tanpa basa - basi. "Tapi masih bisa dijalanin. Praktikum, jaga, laporan. Hidup isinya jadwal semua.
Udang bakar di depan Tanti tinggal setengah, tapi tangannya sudah melambat. Ia mengaduk - aduk nasi dengan sendok sambil mendengarkan Arman bercerita.
"Di kelasku ada satu kelompok cewek - cewek juga," kata Arman santai. " ...kami satu grup belajar. Kadang mereka sering ngajak nongkrong di cafe, nonton sama -sama kalo habis ngerjakan tugas."
Tanti mengangguk kecil. Wajahnya tetap datar.
"Terus?" tanyanya, nada suaranya biasa saja.
"Ada satu yang sempat ngajak nonton berdua," lanjut Arman. "Tapi aku tolak."
Sendok Tanti berhenti.
"Kenapa?" tanyanya cepat, terlalu cepat untuk sekadar penasaran.
Arman menatapnya sekilas. "Ya karena aku punya kamu."
"Maksudku kenapa