"Nggak usah lah ditegaskan kali...paham lah bang Arsya ini. Yuk bang..." ajak Tanti ke Arman lalu meninggalkan meja mereka.
Meja itu sempat hening sebentar, sampai akhirnya Arsya mulai pembicaraan.
"Kamu masih berhubungan baek sama bang Tama?" tanyanya tiba - tiba sampai membuat Dede menoleh.
"Dari dulu juga baek, sampai sekarang pun ya gitulah, Kami tetap berkawan... memangnya kenapa?"
"Kok perhatian kali sampai mau lihat tempat kampusnya?"
Dede mengernyitkan dahi.
"Siapa yang mau lihat ? Kan Tanti yang bilang, bukan aku."
"Aku kira kamu juga mau lihat."
"Apa pula urusanku?"
Arsya merasa lega mendengar jawaban Dede.
"De ... Kalau nanti kita lulus SMA, terus kuliahnya pisah, kita bisa nggak terus kayak gini ?"
"Kayak gini cemana?"
"Bersahabat kayak gini."
Dede menelan ludah.