Jakarta kembali ramai di luar sana, tapi di dalam mobil itu, pagi mereka terasa lengkap.
Begitu mobil berhenti di halaman rumah eyang Nino, tidak ada satu pun dari mereka yang mengusulkan makan siang bersama. Perut masih penuh oleh jajanan sejak pagi, kaki pegal karena terlalu banyak berjalan, dan kepala terasa berat oleh kurang tidur serta terlalu banyak cerita yang terjadi dalam dua hari terakhir.
Mereka turun dari mobil satu per satu dengan gerakan malas.
"Langsung mandi aja lah," ujar Arman sambil meregangkan bahu. "Kalau aku rebahan sekarang, bisa - bisa kebangun magrib."
Tidak ada yang membantah. Mereka langsung naik ke lantai atas, berpencar menuju kamar masing - masing. Suasana rumah masih sepi, hanya terdengar langkah kaki dan bunyi pintu kamar yang dibuka lalu ditutup kembali