"Yang di depan itu juga rumah anak yangti," kata Arman menunjuk rumah Leah di seberang rumah yangti.
"Kenapa nggak dibeli aja satu deret ini ya buat keluarga besar?" tanya Tanti.
"Memangnya kau yang mau bayarin?" kata Dede.
"Kalaupun bisa bayar belum tentu ada yang jual kok," sahut Arsya, "... untung-untungan juga."
"Hah ... kau dengarlah, Bukannya nggak ada duit orang ini, tapi yang jual nggak ada," ucap Tanti ke Dede.
"Jadi mau ke mana kita habis ini?" potong Arman mengalihkan pembicaraan.
"Apa idenya Bang?"
"Yang jelas bisa sambil cari makan siang, atau mau nonton nggak? Kita cari film-film baru."
"Boleh juga itu... menarik," jawab Dede.
"Mau di PS nggak?"
"Cocok Bang."
"Oke kita ke PS kalau gitu."
---
Perjalanan ke PS kembali menggunakan mobil eyang. Di dalam mobil, Dede d