"Mungkin juga.'
Serunya obrolan mereka tidak diimbangi oleh Arsya yang masih diam saja duduk di belakang. Dede akhirnya menoleh lagi.
"Kamu kenapa, kok masih diam aja?"
"Nggak kenapa - kenapa," jawab Arsya cepat. "Aku lagi mikir mau makan apa kita di Sentul nanti."
"Alasan," celetuk Arman dari depan sambil tertawa kecil.
Arsya mendengus pelan, tapi tidak membalas daripada akan menjadi pertanyaan Dede dan Tanti.
Perjalanan menuju Sentul memakan waktu hampir dua jam lengkap dengan macetnya, Padahal kalau perjalanan lancar tidak sampai satu jam. Begitu memasuki kawasan perbukitan, udara terasa lebih sejuk. Pepohonan tinggi dan jalan yang berliku membuat suasana berbeda drastis dari pusat kota.
Mereka memilih sebuah restoran bernuansa alam, dengan bangunan kayu dan pemandangan hijau ter