"Bisa, kali ... lah. Atau nggak bisa juga nanti kamu bikin rumah pohon di kebun sawitmu itu, Tan."
Tanti mendengus.
"Biar aku datang dari kampung di Medan, sana, tapi aku paham juga, bang .... belum ada lo orang bikin rumah pohon di atas pohon sawit. apa nggak kecucuk nanti pantatnya pas duduk dilantainya?"
Arman dan Dede tertawa, bahkan Arsya yang sedang tidak konsentrasi saja ikut tersenyum mendengar jawaban Tanti.
"Pohon lain kan ada, memangnya sawit semua?"
Tanti berdecak.
"Ckkk ...keliatan kali Abang ini nggak pernah main ke kebun sawit, nanti lah kapann - kapan ku ajak ya ... biar tahu Abang, disana saaaa ...wit semua," jawab Tanti dramatis, "...entah di mana nanti mau narok rumah pohon itu."
Obrolan absurd mereka terdistraksi dengan kedatangan Eyang Nino dan Yangti Sarah.
"S